Ketua HIPKA Buol: CSR Harus Jadi Penggerak UMKM, Bukan Sekadar Formalitas
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 27 Apr 2026

IDTIMES.co.id.|Opini – Ketua DPD Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kabupaten Buol, Muwardi Aw Andi Makka, menegaskan bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban administratif perusahaan, tetapi harus menjadi instrumen nyata dalam mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.
Menurutnya, secara regulasi, keberadaan CSR telah memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012. Kedua regulasi tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan wajib dilaksanakan dan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“CSR tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau bantuan sesaat. Harus ada orientasi jangka panjang, salah satunya melalui pemberdayaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Muwardi.
Ia menjelaskan, pelaku UMKM di Kabupaten Buol masih menghadapi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan modal, rendahnya kapasitas manajerial, hingga akses pasar yang belum optimal. Dalam konteks ini, CSR dinilai memiliki peran strategis untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Muwardi mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah agar mengarahkan program CSR dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, bantuan permodalan, pendampingan usaha, serta fasilitasi pemasaran produk lokal. Dengan demikian, dampak CSR tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan organisasi pengusaha. Menurutnya, tanpa koordinasi yang baik, program CSR berpotensi tidak tepat sasaran dan kehilangan arah strategisnya.
“HIPKA siap menjadi mitra kolaboratif dalam mengawal program CSR agar benar-benar menyentuh sektor produktif, khususnya UMKM. Ini penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila dikelola secara tepat, CSR dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat struktur ekonomi daerah.
Di akhir pernyataannya, Muwardi mengingatkan bahwa keberhasilan CSR bukan diukur dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari sejauh mana dampaknya dirasakan oleh masyarakat.
“Jika CSR hanya menjadi formalitas, maka ia kehilangan makna. Namun jika diarahkan untuk membangun UMKM, CSR bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang sesungguhnya,” pungkasnya.
- Penulis: admin











Saat ini belum ada komentar