Direktur PDAM Lotim Sopyan Hakim; Pemutihan Tunggakan Pelanggan Salah Satu Strategis Meningkatkan Pendapatan
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 9 Apr 2025

Idtimes.co.id/LOMBOK TIMUR– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM ) Lombok Timur mengalami lonjakan pendapatan yang signifikan sejak dipimpin oleh Plt Direktur Utama (Dirut), Sofiyan Hakim.
Pendapatan kotor perusahaan air ini kini tercatat mencapai sekitar 2 hingga 2,5 milyar rupiah per bulan, suatu pencapaian yang mengesankan bagi perusahaan daerah yang sebelumnya sempat menghadapi tantangan besar dalam hal pendapatan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Sofiyan adalah pemutihan tunggakan pelanggan yang dilaksanakan pada tahun 2024.
Pemutihan ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk melunasi tunggakan mereka tanpa dikenakan denda, yang mengurangi beban keuangan banyak pelanggan yang sebelumnya terhambat oleh tunggakan.
Meskipun demikian, setelah pemutihan berakhir pada Januari 2025, PDAM kembali memberlakukan tarif normal dan tidak lagi memberikan toleransi terhadap tunggakan.
Menurut Sofiyan, pemutihan ini diambil untuk mendorong pembayaran yang lebih lancar dari pelanggan, terutama untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya sering terlambat membayar.
“Kita akan keluar zona nyaman dengan kemungkinan ada sedikit gangguan dengan adanya pemutihan karena itu cas kita,” ujar Sofiyan. Hasilnya, setelah pemutihan tersebut, pembayaran oleh ASN kini berjalan lebih lancar dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Dengan kebijakan tersebut, PDAM Lotim berhasil mencatatkan pendapatan yang jauh lebih baik. Hingga triwulan pertama tahun 2025, PDAM sudah memperoleh pendapatan kotor sekitar 5,1 milyar rupiah, sebuah angka yang sangat menggembirakan bila dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Sofiyan juga menjelaskan bahwa jumlah pelanggan PDAM Lotim telah mengalami peningkatan sejak hadirnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pantai Selatan.
Sebelum adanya SPAM, jumlah pelanggan aktif PDAM Lotim tercatat sebanyak 29.000, namun setelah SPAM beroperasi, angka ini meningkat menjadi sekitar 30.000 pelanggan aktif.
“Jumlah pelanggan sebelum SPAM ada 29.000 yang aktif, setelah SPAM kini mencapai kurang lebih 30.000 pelanggan aktif,” tegas Sofiyan.
Namun, masih terdapat sekitar 2.000 pelanggan yang tidak aktif, yang disebabkan oleh masalah pada pemasangan water meter dan debit air yang tidak mencukupi.
Untuk itu, PDAM berharap SPAM bisa memenuhi kebutuhan air bagi pelanggan-pelanggan yang saat ini terhambat tersebut.
Sofiyan juga menyampaikan bahwa meskipun jumlah pelanggan non-aktif saat ini cukup besar, PDAM terus berupaya untuk memperbaiki pelayanan dan mengatasi kendala-kendala teknis yang ada.
“Yang SPAM jumlahnya 1.940 belum menjadi pelanggan PDAM, namun pihak PDAM telah menjadi operator. Untuk diketahui, program SPAM ini menyediakan pemasangan meter air gratis untuk masyarakat,” jelas Sofiyan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, PDAM Lotim juga berencana untuk menambah fasilitas, seperti water meter induk, yang saat ini belum dimiliki oleh PDAM Lotim.
“Kami akan mengadakan water meter induk ke depan, karena PDAM Lotim adalah satu-satunya yang belum memiliki. Biaya untuk pemasangan water meter induk per unit bisa mencapai 60 juta rupiah, dan saat ini kami memerlukan tiga unit water meter induk untuk pelanggan terbesar yang ada di wilayah Selong, Masbagik, dan Sakra,” terang Sofiyan.
Terkait dengan biaya operasional, Sofiyan menyebutkan bahwa biaya perawatan sangat bergantung pada kerusakan yang tidak terduga. Meskipun demikian, biaya operasional PDAM Lotim secara umum berada di kisaran 500 juta hingga 700 juta rupiah per bulan.
Dengan segala upaya dan kebijakan yang diterapkan, PDAM Lombok Timur kini semakin menunjukkan kinerja positif, baik dari segi pendapatan maupun pelayanan kepada pelanggan.
Di bawah kepemimpinan Sofiyan Hakim, PDAM Lotim diharapkan dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat Lombok Timur.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar