KUD Perintis Disorot! Pengurus Prioritaskan Investor Asing, Penambang Lokal Diusir dari Tanah Sendiri | Idtimes
Breaking News
light_mode
Trending Tags

KUD Perintis Disorot! Pengurus Prioritaskan Investor Asing, Penambang Lokal Diusir dari Tanah Sendiri

  • account_circle Wahyudin Batalipu
  • calendar_month Jum, 13 Jun 2025

Idtimes.co.id||BOLMONG — Polemik aktivitas pertambangan emas di wilayah IUP Operasi Produksi (IUP OP) milik Koperasi Unit Desa (KUD) Perintis terus bergulir panas.

Setelah viralnya pernyataan sepihak di media sosial yang menyebut aktivitas penambangan tanpa dasar hukum dan Surat Perintah Kerja (SPK), klarifikasi keras datang dari Humas Eksternal, Abdul Bahri Kobandaha.

Menurutnya, penambangan yang berlangsung di wilayah IUP OP KUD Perintis sepenuhnya memiliki dasar hukum yang jelas dan telah didukung oleh kontrak kerja sama sah yang sudah berjalan sejak tahun 2020 bersama pengurus KUD sebelumnya.

“Pekerjaan tambang yang dilakukan saat ini berdiri di atas kontrak yang sah dan disertai SPK. Informasi yang menyebut sebaliknya adalah bentuk disinformasi yang menyesatkan masyarakat,” ujar Abdul Bahri.

Tak hanya membantah tudingan ilegal, Abdul Bahri juga menyoroti sikap eksklusif pengurus KUD yang dinilainya diskriminatif terhadap penambang lokal. Ia menyebut, pengurus koperasi lebih membuka ruang kepada investor asing ketimbang warga lokal yang justru memiliki hak atas lahan tersebut.

“Kami sudah dua kali menerima surat penghentian aktivitas dari KUD tanpa musyawarah, tanpa ruang diskusi. Anehnya, di sisi lain mereka sudah mengambil beberapa titik koordinat untuk investor asing,” ungkapnya.

Abdul Bahri menyampaikan bahwa para penambang lokal yang beroperasi di bawah kontrak kerja sama berada di atas lahan milik pribadi yang sah, bukan di atas tanah milik KUD.

“KUD memang memegang izin, tapi bukan berarti mereka menguasai lahan masyarakat. Itu pemahaman yang keliru dan menyesatkan,” tegasnya.

Abdul Bahri bahkan mengungkap dugaan lebih serius. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengurus KUD diduga telah menjaminkan 100 hektare lahan kepada investor asing sebagai kompensasi atas pengurusan dokumen legal seperti MODI, RKAB, dan pembayaran pajak-pajak pertambangan.

“Penambang lokal sama sekali tidak diberi kesempatan mengurus dokumen secara mandiri. Kami sudah lima kali mencoba membangun komunikasi, tapi selalu ditolak. Ternyata mereka sudah terikat dengan pihak asing,” paparnya.

Abdul Bahri menyoroti bahwa sikap pengurus KUD Perintis jauh dari nilai-nilai dasar koperasi yang seharusnya menjunjung tinggi musyawarah, gotong royong, dan keterbukaan.

Ia mempertanyakan apakah keputusan strategis seperti menjaminkan lahan kepada investor asing diketahui dan disetujui oleh seluruh anggota koperasi atau hanya dikuasai oleh segelintir elit pengurus.

“Koperasi itu bukan perusahaan. Jangan kelola koperasi seperti milik pribadi. Di mana asas keterbukaan dan musyawarah?” serunya.

Menutup pernyataannya, Abdul Bahri memperingatkan agar KUD Perintis tidak menyebarkan narasi bahwa penambang lokal adalah pelanggar hukum.

Justru, menurutnya, penambang telah menunjukkan itikad baik sejak awal, termasuk keinginan membayar kewajiban negara seperti dana reklamasi, pascatambang, dan PNBP.

“Kami patuh hukum, punya kontrak, dan berusaha berkontribusi. Jangan ciptakan opini yang memojokkan kami hanya karena pengurus sudah menjalin komitmen tertutup dengan pihak asing,” pungkasnya.

Pengelolaan tambang emas di bawah KUD Perintis bukan sekadar persoalan administratif, melainkan juga soal keterbukaan, keadilan, dan hak masyarakat atas tanah yang mereka miliki dan kelola secara turun-temurun.

KUD harusnya berpihak pada kepentingan bersama dan menghormati masyarakat pemilik lahan, bukan berpihak pada segelintir elite asing yang ingin menyingkirkan masyarakat penambang.

“Kami tidak akan pernah ijinkan investor asing masuk mengelola lahan masyarakat. Pak Gubernur Sulut sudah menegaskan, tambang milik rakyat dan harus kembali kepada rakyat,” tandasnya. (**)

  • Penulis: Wahyudin Batalipu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulteng Serap Aspirasi Kepsek Terkait Program Berani Cerdas di Gala Dinner MKKS

    Gubernur Sulteng Serap Aspirasi Kepsek Terkait Program Berani Cerdas di Gala Dinner MKKS

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle 𝘔𝘰𝘩 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘴𝘺𝘢𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Buol – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido menghadiri Gala Dinner yang di gelar Keluarga Besar MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA, SMK, SLB se Kabupaten Buol Dinas Pendidikan Sulteng, di Hotel Surya Wisata, Kelurahan Kali, Kec. Biau, Rabu malam (28/5/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati […]

  • Apel Perdana Pascalebaran, Bupati Lotim Singgung Wacana WFH Dampak Krisis Energi Global

    Apel Perdana Pascalebaran, Bupati Lotim Singgung Wacana WFH Dampak Krisis Energi Global

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR— Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar apel perdana pasca libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan tradisi halalbihalal di halaman Kantor Bupati, Rabu (25/3/2026).   Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali menjalankan tugas pelayanan publik sekaligus mempererat silaturahmi usai perayaan Idulfitri.   Bupati […]

  • Harga Beras di Pasar Buol Melonjak Naik, Jenis Santana dan Mikongga Jadi Sorotan

    Harga Beras di Pasar Buol Melonjak Naik, Jenis Santana dan Mikongga Jadi Sorotan

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Buol – Harga beras di pasar Buol mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa warga mengeluhkan naiknya harga pangan di saat surplus beras di tanah air. Berdasarkan pantauan media ini, Sabtu (19/7/2025), beras jenis Santana yang biasanya dijual dengan harga Rp 16.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 16.500 hingga Rp 17.500 per kilogram. Penjualan […]

  • Rakor Persiapan Pelantikan Kepala Daerah Terpilih 2024

    Rakor Persiapan Pelantikan Kepala Daerah Terpilih 2024

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle 𝘔𝘰𝘩 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘴𝘺𝘢𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Buol – Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Dadang, SH., MH, turut mengadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2024. Rakor yang digelar secara daring melalui Video Conference oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin, 3 Februari 2025, bertujuan untuk memastikan kelancaran pelantikan yang akan datang, serta membahas […]

  • Pemprov Sulteng: Honor Nakes Non-ASN di Kabupaten/Kota Tanggung Jawab Pemda Setempat

    Pemprov Sulteng: Honor Nakes Non-ASN di Kabupaten/Kota Tanggung Jawab Pemda Setempat

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai keluhan tenaga kesehatan (nakes) non-PTT di Kabupaten Tolitoli yang disebut belum menerima honor menjelang Idul Fitri. Pemprov menegaskan bahwa secara umum pembayaran honor tenaga kesehatan non-ASN yang bekerja di puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah kabupaten/kota merupakan kewenangan pemerintah daerah setempat. Wakil Gubernur Sulawesi […]

  • Kepala Desa Aung Dukung Koperasi Merah Putih Majukan Ekonomi Petani

    Kepala Desa Aung Dukung Koperasi Merah Putih Majukan Ekonomi Petani

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Toli-Toli – Kepala Desa Aung, Kecamatan Galang, Kabupaten Toli-Toli, Nasrudin, menegaskan pentingnya peran Koperasi Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Hal itu Ia sampaikan Sabtu, (4/10/2025) saat dikonfirmasi, dia mengimbau seluruh pengurus koperasi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya demi kemajuan bersama. Nasrudin menyampaikan bahwa keberadaan koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi […]

expand_less