Tiga Kecamatan Di Kabupaten Donggala Jadi Fokus Pemda Turunkan Angka Stunting
- account_circle 𝘔𝘰𝘩 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘴𝘺𝘢𝘩
- calendar_month Sab, 23 Nov 2024

IDTIMES.co.id.| Donggala – Tiga kecamatan di Kabupaten Donggala yang terdampak stunting menjadi fokus utama pemda dalam rangka penurunan angka stunting.
Tercatat, Kecamatan banawa saat ini posisinya di angka 26,1% sementara banawa tengah 18,7 %, terjadi penurunan tapi tidak signifikan.
Hal itu di ungkapkan Sekertaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. H. Rustam Effendi, S.Pd., S.H., M.AP, pada Kamis, (21/11/2024).
Kata dia, hingga kini tim penanganan Stunting terus berkerja dan mudah-mudahan di akhir tahun ini kerja para tim membuahkan hasil karena tim sudah intervensi dan ada beberapa OPD yang terintegrasi untuk di kecamatan tersebut.
Sementara untuk kecamatan banawa Selatan terdapat di posisi 19,5, persen. insyaallah tahun ini suda bisa turun. karena tim sudah sama-sama berkerja bersinergi baik pemerintah desa. maupun tingkat kecamatan.
“Fokus kami untuk penanganan di tiga Kecamatan ini, yang memang artinya tiga kecamatan ini, memang paling tinggi prevalensinya dibanding kacamata lain di kabupaten donggala,” Sebutnya.
Kemudian untuk Kecamatan yang bebas stunting di tahun 2024 ini, targetnya Pemda Donggala di tahun 2024 yaitu Kecamatan sirenja yang posisinya sekarang berada pada angka 3,4 % dan Kecamatan balaesang kalau tidak salah 8,7 %.
“Untuk desa locus yang bebas stunting sebenarnya itu untuk di posisi sekarang belum kita tentukan, kita lihat nanti di akhir bulan Desember, apakah memang untuk di tahun 2025 itu sudah tidak masuk locus. Tetapi kalau saya lihat SK lokus itu, memang desa sirenja sudah tidak masuk, jadi desa sirenja sudah 3 tahun berturut-turut sudah tidak masuk dalam lokus stunting,” terangnya.
Menurutnya, terdapat beberapa kecamatan yang menjadi lokus antara lain, kecamatan sirenja, kecamatan pinembani, kecamatan Sojol Utara dan Kecamatan Tanantovea.
“Karena itu di desa Bale yang berada di kecamatan Tanantove memang kemarin sudah lokus. mudah-mudahan di tahun 2025 ini sudah tidak masuk lagi,” jelas Sekda Donggala.
Lanjutnya, pemerintah desa tersebut telah memiliki beberapa inovasi-inovasi untuk penanganan stunting di desa Bale kecamatan Tanantove.
“Jadi harapan kami bersama mudah-mudahan. walaupun kami tidak mencapai target dengan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. tetapi paling tidak berdasarkan EPPGM. kita saja di bulan September kemarin itu. kita sudah diangka 17,2%, mudah-mudahan kita di akhir tahun 2024 ini bisa paling tidak 15% persen.”
“Walaupun kami tidak bisa mencapai angka 14 persen. tetapi paling tidak mendekati dengan angka itu, tapi kalau saya lihat prevalensi stunting berdasarkan EPPGM pengukuran setiap bulan. secara memang artinya itu real dari lapangan,” insyaallah kami akan turun walaupun tidak mencapai 14 persen dari pusat targetkan,”tambah nya melanjutkan.***
- Penulis: 𝘔𝘰𝘩 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘴𝘺𝘢𝘩











Saat ini belum ada komentar