Gerebek Mengejutkan di Bojong Nangka! Dinkes dan BPOM Bongkar Toko Obat Nakal, Aktivis Hukum Sentil Polisi Lamban
- account_circle RZD dan Tim
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025

Jerry menilai aparat tidak boleh menunggu sorotan media baru bertindak.
“Jangan sampai publik berpikir polisi baru gerak kalau kasusnya viral. Kalau aparat lambat, pelaku lain akan merasa aman. Penegakan hukum harus tegas dan adil, bukan pilih-pilih,” tandasnya.
Ia juga mendesak kepolisian segera mengambil alih penyelidikan dan menelusuri jaringan pengedar obat keras di Tangerang Raya.
“Kalau ini dibiarkan, generasi muda kita yang jadi korban. Harus ada efek jera — bukan cuma penyitaan barang bukti,” pungkasnya.
Operasi gabungan ini disebut baru langkah awal. Dinkes, BPOM, dan PKWI berencana melakukan patroli lanjutan ke wilayah Curug, Legok, hingga Cisauk, yang diduga jadi jalur distribusi obat keras serupa.
Masyarakat pun diminta segera melapor ke kanal resmi Dinkes atau BPOM bila menemukan toko obat yang menjual obat keras tanpa izin.
Langkah cepat ini membuktikan bahwa kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat bisa menciptakan perubahan nyata. Tapi kini publik menunggu — apakah aparat penegak hukum benar-benar akan menindaklanjuti, atau lagi-lagi kasus ini akan menghilang di balik meja penyidikan.
- Penulis: RZD dan Tim











Saat ini belum ada komentar