Pemkab Buol Dukung Peningkatan Literasi Keuangan
- account_circle ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©
- calendar_month Sab, 21 Jun 2025

IDTIMES.co.id.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Komitmen ini disampaikan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Dadang, SH., MH., saat menghadiri kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045”, yang digelar di Hotel Surya Wisata pada Kamis (19/6).
Acara ini merupakan hasil kerja sama antara PT. Pegadaian Cabang Toli-Toli, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Sulteng Cabang Buol, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Buol.
Dalam sambutannya, Sekda Dadang menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah derasnya transformasi digital dalam layanan jasa keuangan.
Ia menyatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan yang sah, pengelolaan keuangan yang bijaksana, serta kewaspadaan terhadap praktik-praktik ilegal seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal, merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
βLiterasi keuangan bukan sekadar mengenal istilah ekonomi. Ini soal bagaimana masyarakat mampu mengatur keuangan pribadi dan keluarga, memilih lembaga keuangan yang resmi, hingga mengenali potensi risiko dan cara mengantisipasinya,β tegasnya.
Sekda juga menambahkan bahwa masih maraknya praktik investasi ilegal yang menjangkau hingga wilayah pedesaan menjadi cerminan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai legalitas entitas keuangan.
Ia mendorong agar edukasi seperti ini tidak berhenti pada seminar, tetapi juga diperluas ke desa-desa, sekolah, pasar, dan komunitas masyarakat lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan dari PT. Pegadaian Cabang Toli-Toli, Firdaus Tondok Salassa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi oleh OJK.
Ia menyoroti makin maraknya penipuan berkedok investasi yang bahkan menggunakan figur publik sebagai daya tarik.
βPastikan produk keuangan yang digunakan diawasi oleh OJK,β tegas Firdaus, seraya mengajak masyarakat untuk semakin kritis dan tidak mudah percaya begitu saja.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Bank Sulteng Cabang Buol, Ade Irma S. Mailili, menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang baik harus dimulai dengan perencanaan yang matang.
Ia mengapresiasi kolaborasi antarlembaga ini sebagai upaya konkret dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat di tingkat lokal.
Pada kesempatan yang sama, Megawati dari OJK Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan risiko yang ditimbulkan oleh investasi ilegal yang tidak memiliki izin OJK.
Ia menyoroti kasus OMC (Omnicom Group) yang bukan merupakan Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUSK) yang terdaftar maupun diawasi oleh OJK.
Ia menegaskan bahwa perlindungan konsumen oleh OJK hanya berlaku bagi yang berurusan dengan lembaga jasa keuangan berizin.
OMC, yang mengaku sebagai perusahaan periklanan, terindikasi sebagai investasi ilegal karena menampilkan ciri-ciri umum seperti tidak memiliki legalitas jelas, menjanjikan imbal hasil tinggi dalam waktu cepat, menggunakan skema member-get-member (piramida), serta mengklaim bebas risiko.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan di Kabupaten Buol.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari kejahatan finansial, khususnya di era digital saat ini.
Sumber: Humas Diskominfostandi Buol
- Penulis: ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©











Saat ini belum ada komentar