Praktek Mafia Pupuk Subsidi Skala Besar Petani ; Desak Kementan dan Kementerian Perdagangan Turun Tangan Tindak Distributor Nakal di Sakra!
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 31 Jan 2025

Idtimes.co.id|LOMBOK TIMUR – Sejumlah petani di Lombok Timur (Lotim) mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan untuk turun tangan dalam menangani peredaran pupuk subsidi yang diduga diselewengkan oleh oknum pengecer dan distributor.
Petani meminta kedua kementerian tersebut untuk melakukan inspeksi mendalam (sidak) serta mencabut izin distributor yang terlibat dalam praktik ilegal di wilayah Sakra.
“Saat ini, kami meminta Kementan bersama PT Pupuk Indonesia untuk turun langsung melakukan sidak,” ujar Muhrim RJ, salah satu petani di Lombok Timur, pada 27 Januari 2025.
Muhrim juga menyoroti maraknya praktik distribusi pupuk subsidi yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pengecer dan distributor nakal.
Ia mengungkapkan, beberapa oknum pengecer di wilayah Sakra, Sakra Timur, dan Sakra Barat terlibat dalam praktik tersebut dengan menyuap oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memuluskan penjualan pupuk subsidi di atas HET.
“Jika pengecer-pengecer tersebut dipecat, dampaknya tetap akan kembali ke distributor yang memberikan izin mereka,” tegas Muhrim.
Selain itu, petani juga menuding adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Provinsi NTB yang diduga menjadi distributor pupuk di wilayah Sakra. Petani mendesak agar oknum tersebut segera ditindak oleh pihak berwenang.
“Rakyat Lombok Timur meminta Menteri Pertanian, Amran Andi Sulaiman, untuk tegas turun sidak bersama PT Pupuk Indonesia, mencabut izin distributor nakal di wilayah Sakra, dan memecat pengecer yang menjual pupuk subsidi di atas HET,” ujar Muhrim dengan penuh harapan.
Kasus ini menambah daftar keluhan petani terhadap aliran distribusi pupuk subsidi yang sering kali tersendat dan menambah beban biaya produksi petani, yang kerap merasa dirugikan oleh praktik-praktik yang tidak transparan dan merugikan masyarakat.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar