Bejingkrak” Diatas Derita Rakyat! Pejabat di Lombok Timur Pesta di Tengah Krisis Prioritas Anggaran | Idtimes
Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bejingkrak” Diatas Derita Rakyat! Pejabat di Lombok Timur Pesta di Tengah Krisis Prioritas Anggaran

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 22 Jun 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR-Di tengah narasi besar tentang efisiensi anggaran, masyarakat Lombok Timur kembali dipertontonkan sebuah IRONi yang sulit diterima akal sehat.

 

 

Pemerintah daerah mampu menghadirkan artis nasional dan menggelar panggung hiburan sebagai penutup perayaan Muharam, tetapi pada saat yang sama masih terdapat kewajiban-kewajiban yang belum ditunaikan kepada para pegawai selama berbulan-bulan.

 

Pertanyaannya kami sederhana: mengapa panggung hiburan bisa dibayar tepat waktu, sementara hak-hak pekerja justru harus menunggu?

 

Jika benar terjadi keterlambatan pembayaran hingga berbulan-bulan, maka persoalan ini bukan lagi soal administrasi. Melainkan persoalan keberpihakan. Sebab dalam setiap kebijakan anggaran selalu ada pilihan politik: siapa yang diprioritaskan dan siapa yang dikorbankan.

 

Masyarakat selalu dipaksa memahami alasan “anggaran terbatas”, “efisiensi”, dan “penyesuaian fiskal”. Namun di saat yang bersamaan, pemerintah justru menunjukkan bahwa anggaran selalu tersedia untuk kegiatan-kegiatan yang menghasilkan tepuk tangan, sorotan kamera, dan keuntungan pencitraan politik.

 

Efisiensi terlihat tampak bukan sebagai kebijakan penghematan, melainkan sebagai alat seleksi. Ketika menyangkut kebutuhan rakyat, anggaran dikatakan terbatas. Ketika menyangkut pertunjukan dan seremoni, anggaran mendadak longgar.

 

Lebih IRONis lagi, acara hiburan tersebut dilaksanakan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik-baik saja.

 

 

Harga kebutuhan pokok terus mengalami tekanan. Kesempatan kerja semakin sempit. Pendapatan masyarakat tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

 

 

Di sisi lain, pemerintah justru memilih mengirim pesan bahwa kemeriahan panggung lebih penting daripada menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi rakyat.

 

Pemerintah boleh berdalih bahwa kegiatan tersebut bertujuan menghibur masyarakat. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa rakyat tidak bisa mengonsumsi hiburan untuk membayar kebutuhan hidup mereka.

 

Lampu panggung tidak bisa menggantikan hak pegawai yang tertunda. Sorak sorai konser tidak bisa menggantikan kebutuhan dapur keluarga yang harus terus berjalan. dan Artis nasional tidak bisa menjadi jawaban atas persoalan kesejahteraan yang hingga hari ini masih menghantui masyarakat Lombok Timur.

 

Yang lebih berbahaya adalah munculnya kesan bahwa pemerintah sedang membangun politik pertunjukan. Politik yang sibuk memproduksi keramaian agar publik lupa pada persoalan yang sesungguhnya.

 

 

Politik yang menjadikan acara-acara seremonial sebagai etalase keberhasilan, sementara di sisi lain problem nyata rakyat dibiarkan menumpuk di belakang panggung.

 

LMND Lombok Timur menilai bahwa pemerintah daerah harus segera membuka secara transparan seluruh penggunaan anggaran kegiatan tersebut kepada publik. Berapa nilainya? Dari mana sumber pembiayaannya? Mengapa kegiatan semacam ini dianggap lebih mendesak dibanding menyelesaikan kewajiban terhadap pegawai dan pelayanan publik?

 

Sebab uang yang digunakan bukan uang pribadi pejabat pemerintah daerah. Itu adalah uang rakyat. Dan setiap rupiah yang dibelanjakan harus mampu dipertanggungjawabkan secara moral maupun politik.

 

Jangan sampai masyarakat menyimpulkan bahwa yang sedang dibangun hari ini bukan kesejahteraan rakyat, melainkan kemegahan citra kekuasaan.

 

Karena bagi rakyat, ukuran keberhasilan pemerintah bukanlah seberapa meriah panggung yang dibangun, melainkan seberapa serius pemerintah menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.(Id).

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senjata Api Anggota Polres Lombok Timur di Tarik

    Senjata Api Anggota Polres Lombok Timur di Tarik

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Idtimes.co.Id/LOMBOK TIMUR– Mulai saat ini, seluruh senjata api (senpi) anggota Polres Lombok Timur ditarik sementara. Hal ini mengakibatkan hingga kini tidak ada anggota Polres Lombok Timur yang memegang senjata api.   Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Lombok Timur, AKBP Hariyanto, menjelaskan bahwa penarikan senjata api tersebut bertujuan untuk memastikan kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan bagi setiap anggota […]

  • Kabag Umum Rangkap Jabatan PLT Kepala Inspektorat Siapkan Pengadaan Kendaraan Dinas Listrik, Tunggu Harga Resmi

    Kabag Umum Rangkap Jabatan PLT Kepala Inspektorat Siapkan Pengadaan Kendaraan Dinas Listrik, Tunggu Harga Resmi

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur berencana mengadakan kendaraan dinas berbasis listrik sebagai bagian dari upaya mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan di lingkungan pemerintah daerah.   Rencana tersebut dibenarkan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lombok Timur yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat, Lalu Moh. Azmi, S.SiT., M.Ak. Ia […]

  • Hilangnya Adab, Etika Dan Moralitas KUD Perintis: Dari Koperasi Rakyat Menjadi Mesin Perampas Lahan

    Hilangnya Adab, Etika Dan Moralitas KUD Perintis: Dari Koperasi Rakyat Menjadi Mesin Perampas Lahan

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Wahyudin Batalipu
    • 0Komentar

    Idtimes.co.id – Bolmong||Dalam filsafat moral, manusia seharusnya menapaki empat tingkatan moralitas: adab, keadilan, etika, dan cinta. Empat pilar inilah yang menjadi dasar hubungan manusia dengan sesama dan dengan Tuhannya. Namun, kenyataan yang ditunjukkan oleh pengurus KUD Perintis justru mencerminkan ketiadaan nilai-nilai tersebut, ketika mereka mencoba merampas lahan milik sah Asri Mamonto dan mengabaikan hak masyarakat. […]

  • Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan, Peringati Hari Pahlawan ke-80, Wabup Lotim Edwin Hadiwijaya Pimpim Apel

    Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan, Peringati Hari Pahlawan ke-80, Wabup Lotim Edwin Hadiwijaya Pimpim Apel

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.Id/ LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati, Senin (10/11).   Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Peringatan tahun ini mengusung tema “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”   Dalam amanatnya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang […]

  • Proyek Rusunawa Mangkrak, Wamen PKP RI Fahri Hamzah Cetil Pejabat Lotim Adanya Pejabat Kerjasama Dengan Calo Proyek!

    Proyek Rusunawa Mangkrak, Wamen PKP RI Fahri Hamzah Cetil Pejabat Lotim Adanya Pejabat Kerjasama Dengan Calo Proyek!

    • calendar_month Jum, 27 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.Id |LOMBOK TIMUR – Kedatangan Wakil Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Wamen PUPR) Fahri Hamzah beserta rombongan disambut hangat oleh Penjabat (Pj.) Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik dan masyarakat setempat, Jumat (27/12).   Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi warga Lombok Timur, khususnya untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan sosial. […]

  • Menteri ATR/BPN Pastikan Pemulihan Hak Transmigran, 717 Sertipikat di Kalsel Akan Dihidupkan Kembali

    Menteri ATR/BPN Pastikan Pemulihan Hak Transmigran, 717 Sertipikat di Kalsel Akan Dihidupkan Kembali

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/  Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memastikan pemerintah akan mengembalikan hak masyarakat transmigran terkait pembatalan ratusan sertipikat tanah di Desa Bekambit dan Desa Bekambit Asri, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.   Komitmen tersebut disampaikan Nusron usai pertemuan di Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batu […]

expand_less