Wabup Edwin; 14.106 Keluarga Berisiko Stunting di Lombok Timur, 11.610 Sudah Terintegrasi, OPD Haeus Bersinergi
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 2 Sep 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat upaya pencegahan dan penurunan stunting melalui sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai unsur terkait.
Penguatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk pembagian wilayah binaan tahun 2026 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (1/9).
Rapat dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang juga Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Lombok Timur.
Edwin menekankan pentingnya pembagian wilayah binaan dan penetapan person in charge (PIC) pada setiap OPD agar koordinasi serta tindak lanjut penanganan stunting berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Selain penguatan koordinasi, pemerintah daerah mendorong peningkatan kapasitas kader, pencatatan data, pemantauan tumbuh kembang anak, serta dukungan logistik dan operasional.
Program Genting mencakup intervensi spesifik berupa bantuan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah dua tahun. Sementara intervensi sensitif meliputi akses air bersih, jamban sehat, bedah rumah, hingga dukungan infrastruktur dasar.
Perwakilan Kemendukbangga NTB Lalu Makripuddin menyebut Lombok Timur sebagai salah satu barometer percepatan penurunan stunting di NTB.
Ia juga menyoroti adanya ketidaksinkronan data realisasi Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) antara aplikasi dan laporan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AKB Lombok Timur Muksin menyebut terdapat 14.106 keluarga berisiko stunting (KRS) berdasarkan target pemerintah pusat. Dari jumlah tersebut, 11.610 KRS telah terintegrasi.
Intervensi yang telah dilakukan meliputi edukasi kepada 9.627 KRS, intervensi nutrisi kepada 1.574 KRS, akses air bersih kepada 394 KRS, jamban sehat kepada 14 KRS, serta bantuan rumah layak huni kepada satu keluarga.
Capaian Program Genting disebut telah mencapai 81 persen. Pemerintah daerah berharap intervensi tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Pemkab Lombok Timur menegaskan keberhasilan program membutuhkan gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial, komunitas, serta berbagai unsur lainnya agar penanganan stunting semakin terarah, terukur dan berkelanjutan.(Id).
- Penulis: Admin













Saat ini belum ada komentar