BPKAD Lombok Timur: Dana Tak Terduga Harus Tepat Sasaran, Rp4,2 Miliar Sudah Direalisasikan Untuk Bencana | Idtimes
Breaking News
light_mode
Trending Tags

BPKAD Lombok Timur: Dana Tak Terduga Harus Tepat Sasaran, Rp4,2 Miliar Sudah Direalisasikan Untuk Bencana

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 15 Jun 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp26 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari penanganan bencana alam hingga dampak sosial yang membutuhkan respons cepat pemerintah.

 

Kepala BPKAD Lombok Timur, Zaidar Rohman, menegaskan bahwa penggunaan dana tak terduga harus dilakukan secara hati-hati, memiliki dasar hukum yang jelas, serta sesuai dengan peruntukannya.

 

“Harapan kita dana tak terduga ini berjalan dengan baik dan digunakan sebagaimana mestinya. Kita mengeluarkan biaya tak terduga harus ada dasar dan jelas untuk apa digunakan,” ujar Zaidar Rohman, Senin (15/6/2026).

 

Ia menjelaskan, dari total alokasi BTT sebesar Rp26 miliar yang disiapkan pemerintah daerah, hingga pertengahan Juni 2026 telah terealisasi sekitar Rp4,2 miliar.

 

Menurutnya, penggunaan terbesar dari dana tersebut sejauh ini dialokasikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendukung penanganan berbagai kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah Lombok Timur.

 

“Yang sudah terealisasi sekitar Rp4,2 miliar. Penggunaan paling banyak berada di BPBD untuk penanganan bencana alam,” katanya.

 

Meski demikian, Zaidar menegaskan bahwa dana Belanja Tidak Terduga tidak hanya diperuntukkan bagi penanganan bencana alam. Anggaran tersebut juga dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan mendesak lainnya, termasuk penanganan dampak sosial yang memerlukan intervensi pemerintah.

 

“Biaya tak terduga ini bukan hanya untuk bencana alam saja, tetapi juga bisa digunakan untuk dampak sosial sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap pengelolaan dana tersebut dapat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat maupun kondisi yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.(Id).

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigadir Widia Anggota Satlantas Polres Lotim Raih Emas di Kejuaraan Judo Kapolda Cup NTB

    Brigadir Widia Anggota Satlantas Polres Lotim Raih Emas di Kejuaraan Judo Kapolda Cup NTB

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR – Atlet judo dari Kabupaten Lombok Timur berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Judo Kapolda Cup NTB 2025 yang diikuti oleh peserta dari tiga provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).   Salah satu atlet unggulan dari Polres Lombok Timur, Brigadir Widia, sukses meraih medali emas di kelas […]

  • PDAM Lombok Timur Buka Kanal Laporan Cepat, Sopyan Hakim Tekankan Pelayanan Responsif

    PDAM Lombok Timur Buka Kanal Laporan Cepat, Sopyan Hakim Tekankan Pelayanan Responsif

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/LOMBOK TIMUR— Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menegaskan pentingnya pelayanan yang responsif terhadap berbagai keluhan pelanggan.     Ia meminta seluruh jajaran PDAM agar cepat tanggap dalam menangani persoalan yang disampaikan masyarakat.   Sebagai upaya mempercepat penanganan pengaduan, PDAM Lombok Timur menyediakan kanal laporan cepat melalui nomor 0817-5151-511. Kanal tersebut dapat dimanfaatkan pelanggan untuk […]

  • Anggaran Kurang, Tiga Bulan TPG Pengawas dan Guru PNS Kemenag Lotim Terhambat

    Anggaran Kurang, Tiga Bulan TPG Pengawas dan Guru PNS Kemenag Lotim Terhambat

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.Co.id |LOMBOK TIMUR – Sejak Oktober hingga Desember 2024, tunjangan profesi guru (TPG) bagi pengawas dan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Lombok Timur belum juga dicairkan. Hal ini memunculkan keluhan di kalangan guru PNS yang merasa hak mereka belum dipenuhi. Sebanyak 600 guru PNS di Lombok Timur menuntut agar TPG yang tertunda selama tiga […]

  • Warisan Budaya TOMBOUAT Diakui Negara: Wakil Bupati Buol Terima Sertifikat KIK dari Kemenkumham

    Warisan Budaya TOMBOUAT Diakui Negara: Wakil Bupati Buol Terima Sertifikat KIK dari Kemenkumham

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle 𝘔𝘰𝘩 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘴𝘺𝘢𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Buol – Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH., bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Moh. Kasim, MM., serta Asisten Administrasi Umum Lani Irawati Saleh, S.E., Ak., M.Si., menerima Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah pada Rabu, 21 Mei 2025. Sertifikat ini diberikan […]

  • Final Penuh Gairah di Stadion Kuonoto Buol, Sehat FC Jadi Raja Bupati Cup I

    Final Penuh Gairah di Stadion Kuonoto Buol, Sehat FC Jadi Raja Bupati Cup I

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Buol – Turnamen sepak bola bergengsi Bupati Cup I Tahun 2025 resmi berakhir. Wakil Bupati secara resmi menutup rangkaian kompetisi yang telah mempertemukan 32 klub terbaik di daerah ini dalam laga final yang berlangsung meriah di stadion Kuonoto Buol, pada Sabtu (31/12026). Penutupan berlangsung meriah, disaksikan ramainya penonton yang datang di stadion Kuonoto Buol. Turut […]

  • Bukan Menolak! Kapus Suralaga Heny Rosediana Tegaskan Ruangan dan Bed Memang Terbatas

    Bukan Menolak! Kapus Suralaga Heny Rosediana Tegaskan Ruangan dan Bed Memang Terbatas

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.idl LOMBOK TIMUR— Puskesmas Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, saat ini menghadapi keterbatasan fasilitas rawat inap.     Kondisi tersebut menyebabkan jumlah pasien yang dapat dirawat harus disesuaikan dengan ketersediaan ruangan dan tempat tidur (bed).   Kepala Puskesmas (Kapus) Suralaga Heny Rosediana menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak pasien, namun pelayanan harus tetap mempertimbangkan kapasitas yang […]

expand_less