Kecam Pengrusakan Alat Berat di Kalijaga Timur, Ketua Asosiasi H MaidyMinta Polisi Segera Tangkap Pelaku
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 10 Jun 2025

IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR — Aksi pengrusakan dan pembakaran alat berat di lokasi tambang galian C di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, pada Jumat malam (5/6), menuai kecaman keras dari Ketua Asosiasi Tambang Galian C Lombok Timur, H. Maidy. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kriminalitas yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
“Kami mengecam keras tindakan pengrusakan dan pembakaran alat berat yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Maidy saat dikonfirmasi,09/06/2026.
Maidy meminta Polres Lombok Timur segera mengambil langkah tegas dan mengusut kejadian ini hingga tuntas. Ia menilai tindakan tersebut bukan hanya merugikan pemilik usaha tambang, namun juga menciptakan keresahan dan ketidakstabilan di masyarakat.
“Ini sudah masuk ranah kriminal. Apalagi jika ada oknum yang sengaja memprovokasi masyarakat dengan menggunakan pengeras suara masjid untuk menggerakkan massa pada malam hari,” ungkapnya.
Menurut Maidy, alat berat yang dirusak tersebut sebenarnya sudah tidak beroperasi selama beberapa hari terakhir. Namun, masih ada pihak-pihak yang menyebarkan informasi bahwa kegiatan tambang tetap berjalan, yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Sudah beberapa hari tidak beroperasi. Kalau dikatakan masih aktif, itu tidak benar,” tambahnya.
Ia juga menyayangkan belum adanya tindakan terhadap pelaku pengrusakan, meskipun Polres Lombok Timur sebelumnya dinilai mampu mengamankan sejumlah pelaku premanisme dalam kasus lain.
“Kalau soal premanisme bisa ditangkap, kenapa untuk kasus pengrusakan alat berat ini belum ada tindak lanjut yang jelas?” ujarnya.
Maidy, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Lombok Timur, mengungkapkan bahwa aksi pengrusakan serupa bukan pertama kalinya terjadi di wilayah tersebut.
Ia menyebut, pelaku yang diduga terlibat sudah diketahui dan bahkan terkesan terorganisir.
“Kejadian seperti ini sudah berulang, dan pelaku-pelakunya sebagian besar sudah diketahui. Tinggal bagaimana komitmen dari Polres Lombok Timur untuk bertindak tegas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa laporan terkait kasus serupa sebelumnya belum dicabut, namun kini muncul lagi insiden baru di lokasi yang sama.
“Kami minta hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Ini demi keadilan dan menjaga kondusivitas daerah,” pungkasnya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar