Jika Tidak Tuntas Masalah SPAM Pantai Selatan Sebelum Agustus 2025, Bupati Iron Bakal Ulti Dewanto Kadis PUPR
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 26 Jun 2025

Oplus_131072
IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR — Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan Kabupaten Lombok Timur kembali menjadi sorotan.
Dalam Rapat Laporan Pertanggungjawaban (RLPJ) Direksi PDAM Lombok Timur yang digelar pada Selasa (25/06), Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan peringatan keras kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Dewanto Hadi.
Dengan nada tegas, Bupati mengultimatum Kadis PUPR agar menyelesaikan permasalahan SPAM Pantai Selatan paling lambat Agustus 2025.
“Saya berikan ultimatum kepada Kadis PUPR untuk tuntaskan masalah SPAM!” tegas Bupati di hadapan peserta rapat.
Proyek SPAM yang telah menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar rupiah itu dinilai masih jauh dari harapan. Menurut Bupati, kondisi jaringan yang bocor di banyak titik serta sistem transmisi yang belum terpasang secara maksimal menunjukkan lemahnya pengawasan dan pelaksanaan teknis proyek.
“Kita butuh air bersih, bukan janji manis. Sangat memprihatinkan melihat proyek vital yang seharusnya menunjang pariwisata justru terbengkalai. Apakah ini yang dinamakan pembangunan? Jelas tidak!” ujar Bupati.
Ia menyatakan, kegagalan penyediaan air bersih ini bukan hanya berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menghambat pengembangan kawasan selatan sebagai destinasi wisata unggulan.
“Jika air bersih saja tidak bisa kita pastikan, bagaimana kita bisa berbicara tentang pengembangan pariwisata kelas dunia?” tandasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa penyelesaian proyek SPAM Pantai Selatan bukan semata-mata soal teknis, melainkan juga soal komitmen dan tanggung jawab pejabat terkait.
“Target Agustus harus tuntas. Ini menyangkut kredibilitas pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Jika target tersebut tidak tercapai, Bupati menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap Kadis PUPR.
“Kalau tidak tuntas sampai Agustus, Kadis PUPR saya ulti (nonjob-kan),” tegas Bupati.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras kepada seluruh jajaran terkait agar tidak main-main dalam menangani proyek strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Dengan ultimatum ini, publik kini menanti langkah konkret dari Dinas PUPR Lombok Timur untuk menuntaskan proyek SPAM Pantai Selatan yang selama ini dinilai bermasalah, baik dari sisi infrastruktur maupun manajemen pelaksanaan.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar