Kasus DBD di Lombok Timur Fluktuatif, Dinkes Imbau Warga Tidak Lengah
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 11 Jun 2025

IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR — Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalami tren fluktuatif dalam tiga bulan terakhir.
Meski sempat meningkat pada Februari 2025, jumlah kasus menurun kembali pada Maret.
Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.
Berdasarkan data resmi Dinkes Lotim, tercatat 183 kasus DBD sejak Januari hingga Maret 2025.
Kecamatan Selong menjadi wilayah dengan kasus tertinggi sebanyak 41 kasus, disusul Pringgabaya dengan 17 kasus dan Sakra sebanyak 15 kasus.
Menariknya, sebagian besar penderita DBD dalam periode tersebut merupakan orang dewasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3KL) Dinkes Lotim, Budiman Satriadi, menjelaskan bahwa meski sempat meningkat, terjadi penurunan signifikan pada bulan Maret.
Pada Januari tercatat 55 kasus, meningkat menjadi 74 kasus di Februari, lalu turun menjadi 54 kasus pada Maret.
“Peningkatan kasus pada awal tahun erat kaitannya dengan musim hujan, yang menyebabkan banyak genangan air—tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak,” ujar Budiman, (03/06/2025).
Ia menambahkan bahwa fluktuasi kasus DBD sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama tingginya curah hujan yang memicu peningkatan populasi nyamuk pembawa virus dengue tersebut.
Meski angka kasus cukup tinggi, Budiman memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat DBD di Lombok Timur selama periode tiga bulan terakhir.
“Saat ini belum ada kasus DBD yang mengakibatkan kematian di Lotim,” ungkapnya.
Dinkes Lombok Timur terus mengimbau masyarakat agar aktif melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup wadah-wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itu, kami berharap masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” tegas Budiman.
Dinkes juga mengingatkan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan angka penyebaran DBD di daerah tersebut.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar