Di Indikasi Dijadikan Lokasi Aktivitas Tidak Terpuji, Mahasiswa di Lotim Dukung Langkah Camat Labuhan Haji Tingkatkan Pengawasan
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 9 Mei 2025

IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR –Fenomena penyalahgunaan fasilitas lapak dan café di kawasan Pantai Labuhan Haji menjadi sorotan publik.
Berdasarkan temuan dari pihak Kecamatan Labuhan Haji, tempat-tempat usaha tersebut kerap dijadikan lokasi aktivitas tidak terpuji, bahkan melibatkan anak di bawah umur, termasuk pelajar yang membolos saat jam sekolah.
Menanggapi hal ini, Camat Labuhan Haji, Baiq Lian Krisna Yutarti, menginisiasi pertemuan bersama para pemilik lapak dan café yang berlangsung pada Kamis (8/5/2025), dengan dukungan dari Satpol PP, Dinas PMPTSP, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, serta pemerintah desa dan kelurahan.
Dalam arahannya, Camat mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan usaha, mematuhi jam operasional sesuai Perda, serta memastikan fasilitas seperti bilik semi tertutup tidak dimanfaatkan untuk perbuatan menyimpang.
“Kami temukan banyak pengunjung yang menggunakan bilik tertutup untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, termasuk anak-anak di bawah umur. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Baiq Lian Krisna Yutarti.
Presiden Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, Izul Julian, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Camat Labuhan Haji dan menegaskan bahwa upaya ini tidak untuk membatasi ruang usaha, melainkan mengarah pada penataan kawasan wisata yang lebih tertib dan sehat.
“Kami tidak menuntut penutupan lapak, tapi meminta Pemerintah Daerah Lombok Timur untuk memperkuat pengawasan, mengatur fasilitas yang berpotensi disalahgunakan, serta bersinergi dengan pelaku usaha agar kawasan wisata ini menjadi tempat yang mendidik, aman, dan mendukung karakter generasi muda,” tegas Izul Julian.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat dan siswa, bahwa beberapa lapak dijadikan tempat persembunyian bagi pelajar yang membolos sekolah, bahkan masih mengenakan seragam sekolah saat berpesta miras.
“Kalau visi daerah ini adalah LOTIM SMART, maka seluruh aspek termasuk kawasan wisata harus mencerminkan nilai SMART: Sehat, Mandiri, Religius, Aman, dan Tertib. Jadi, lapak-lapak ini harus dibina dan dipantau agar mendukung semangat itu,” tambahnya.
Maka dari itu, pihak mahasiswa mendesak:
1. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur untuk menurunkan tim terpadu dalam rangka pengawasan intensif terhadap operasional lapak dan café di kawasan Pantai Labuhan Haji.
2. Dinas Pariwisata dan Dinas PMPTSP untuk mengevaluasi fasilitas dan penataan ruang usaha agar ramah keluarga dan anak.
3. Satpol PP untuk rutin melakukan patroli bersama, khususnya di jam rawan dan waktu sekolah.
Kami percaya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan mampu menciptakan kawasan wisata yang produktif, edukatif, dan bermartabat.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar