Contur Development Tegaskan Peran Strategis sebagai Organisasi Mitigasi Bencana dan Pengembangan Sosial-Lingkungan di Lombok Timur
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 24 Apr 2025

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Di tengah tingginya risiko bencana dan tantangan sosial-lingkungan di Lombok Timur, organisasi lokal Contur Development menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak mitigasi bencana dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.
Didirikan pada tahun 2021 oleh sekelompok pemuda dan pegiat kemanusiaan asal Masbagik, organisasi ini hadir sebagai respons atas minimnya akses masyarakat terhadap informasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas di sektor sosial dan lingkungan.
Mengusung pendekatan inklusif dan berbasis komunitas, Contur Development menjadikan daerah-daerah rawan bencana sebagai fokus utama programnya.
Dalam sejarahnya, Lombok Timur kerap menghadapi bencana seperti gempa bumi dan banjir, sehingga dibutuhkan strategi yang tak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam pengurangan risiko.
“Contur Development dibentuk dengan keyakinan bahwa penguatan masyarakat harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Mitigasi tidak bisa berdiri sendiri—ia harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” tegas M. Eri Setiawan, Ketua Contur Development.
Sejak awal berdiri, organisasi ini terus berupaya membangun ketangguhan komunitas melalui berbagai pelatihan, pendampingan, dan advokasi yang melibatkan unsur masyarakat dari berbagai latar belakang.
Perempuan, anak muda, hingga kelompok rentan dilibatkan secara aktif dalam upaya menciptakan perubahan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada upaya mitigasi, Contur Development juga mendorong pengembangan potensi lokal dan pelestarian lingkungan sebagai pilar penting dalam membangun masa depan Lombok Timur yang lebih tangguh dan adil.
Dengan semangat gotong royong dan visi jangka panjang, Contur Development mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan perubahan.
“Kami percaya bahwa ketangguhan itu dibangun dari bawah—dari desa, dari komunitas, dari semangat saling bantu,” pungkas Eri.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar