Pengadaan Gerobak Produktif Senilai Ratusan Juta Diduga Jadi Ajang Bisnis Oknum di Lingkup Baznas Lombok Timur | Idtimes
Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengadaan Gerobak Produktif Senilai Ratusan Juta Diduga Jadi Ajang Bisnis Oknum di Lingkup Baznas Lombok Timur

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jum, 27 Des 2024

IDTIMES.co.Id |LOMBOK TIMUR – Pengadaan program Gerobak Produktif yang dibiayai oleh Baznas Provinsi NTB dan Baznas Lombok Timur (Lotim) tengah menuai sorotan.

 

Pasalnya, dugaan penyalahgunaan anggaran sebesar ratusan juta rupiah mengemuka, dengan indikasi bahwa proyek ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh sejumlah oknum di lingkup Baznas Lotim.

 

Sumber yang dihimpun menyebutkan, program ini didanai dengan anggaran sekitar Rp 200 juta, yang dialokasikan untuk pembelian 20 unit gerobak produktif.

 

Setiap gerobak diperkirakan memiliki biaya Rp 10 juta, dengan rincian Rp 6 juta untuk harga gerobak, Rp 1 juta untuk biaya stiker, dan Rp 1 juta tambahan untuk penerima bantuan.

 

Namun, sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan dan transparansi dalam pengelolaan dana ini.

 

Amrullah, Koordinator Umum Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Lombok Timur (APMLT), menilai ada ketidaksesuaian antara harga gerobak yang disalurkan dengan biaya pembuatannya. Bahkan, ia menduga ada permainan dalam distribusi bantuan ini.

 

“Transparansi pengeluaran anggaran ini harus diperjelas. Jangan sampai ada indikasi anggaran yang masuk ke kantong pribadi,” ujar Amrullah saat ditemui pada Rabu, 27 Desember 2024.

 

Ia menegaskan bahwa anggaran yang digunakan dalam pengadaan gerobak ini cukup besar, namun hasil yang diterima oleh penerima manfaat tidak sesuai dengan nilai yang dikeluarkan.

 

Amrullah juga mengungkapkan, meski ada penerima yang hanya menerima bantuan uang sebesar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta, namun pihak yang dekat dengan Baznas Lotim bisa menerima bantuan antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

 

“Ada ketimpangan yang jelas dalam distribusi dana ini. Masyarakat harus paham, dana zakat ini untuk mereka yang berhak, bukan untuk dijadikan bisnis pribadi oleh oknum-oknum tertentu,” katanya.

 

Pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana ini.

 

“Kami meminta APH di Lotim untuk memanggil para pihak yang terlibat dan mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai ada permainan dalam data penerima bantuan,” tegas Amrullah.

 

Penyalahgunaan anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi sorotan utama.

 

Masyarakat berharap agar pengelolaan dana zakat oleh Baznas Lotim lebih transparan dan tepat sasaran, sehingga tidak ada pihak yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi.

 

Diterbitkan berita ini Pihak Baznas Lotim belum bisa memberikan tanggapan dan belum bisa di Konfirmasi.

Pengadaan Gerobak Produktif Senilai Ratusan Juta Diduga Jadi Ajang Bisnis Oknum di Lingkup Baznas Lombok Timur

LOMBOK TIMUR – Pengadaan program Gerobak Produktif yang dibiayai oleh Baznas Provinsi NTB dan Baznas Lombok Timur (Lotim) tengah menuai sorotan.

Pasalnya, dugaan penyalahgunaan anggaran sebesar ratusan juta rupiah mengemuka, dengan indikasi bahwa proyek ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh sejumlah oknum di lingkup Baznas Lotim.

Sumber yang dihimpun menyebutkan, program ini didanai dengan anggaran sekitar Rp 200 juta, yang dialokasikan untuk pembelian 20 unit gerobak produktif.

Setiap gerobak diperkirakan memiliki biaya Rp 10 juta, dengan rincian Rp 6 juta untuk harga gerobak, Rp 1 juta untuk biaya stiker, dan Rp 1 juta tambahan untuk penerima bantuan.

Namun, sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan dan transparansi dalam pengelolaan dana ini.

Amrullah, Koordinator Umum Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Lombok Timur (APMLT), menilai ada ketidaksesuaian antara harga gerobak yang disalurkan dengan biaya pembuatannya. Bahkan, ia menduga ada permainan dalam distribusi bantuan ini.

“Transparansi pengeluaran anggaran ini harus diperjelas. Jangan sampai ada indikasi anggaran yang masuk ke kantong pribadi,” ujar Amrullah saat ditemui pada Rabu, 27 Desember 2024.

Ia menegaskan bahwa anggaran yang digunakan dalam pengadaan gerobak ini cukup besar, namun hasil yang diterima oleh penerima manfaat tidak sesuai dengan nilai yang dikeluarkan.

Amrullah juga mengungkapkan, meski ada penerima yang hanya menerima bantuan uang sebesar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta, namun pihak yang dekat dengan Baznas Lotim bisa menerima bantuan antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

“Ada ketimpangan yang jelas dalam distribusi dana ini. Masyarakat harus paham, dana zakat ini untuk mereka yang berhak, bukan untuk dijadikan bisnis pribadi oleh oknum-oknum tertentu,” katanya.

Pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana ini.

“Kami meminta APH di Lotim untuk memanggil para pihak yang terlibat dan mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai ada permainan dalam data penerima bantuan,” tegas Amrullah.

Penyalahgunaan anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi sorotan utama.

Masyarakat berharap agar pengelolaan dana zakat oleh Baznas Lotim lebih transparan dan tepat sasaran, sehingga tidak ada pihak yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi.

Diterbitkan berita ini Pihak Baznas Lotim belum bisa memberikan tanggapan dan belum bisa di Konfirmasi.(IM).

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less