Gubernur Sulteng BERANI Gempur Kemiskinan, Ajak Semua Perangkat Daerah Bersinergi
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 14 Apr 2025

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si
IDTIMES.co.id.|Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, mengajak seluruh bupati/wali kota, legislatif, dan perangkat daerah di wilayah Sulteng untuk terus bersinergi dalam upaya mengatasi kemiskinan.
Ia menggambarkan penanggulangan kemiskinan layaknya menyusun mozaik, di mana setiap bagian harus terhubung, serasi, dan diarahkan menuju satu tujuan bersama.
Karena itu, kolaborasi lintas pemerintahan dinilai menjadi kunci untuk menghapus kemiskinan di Sulteng hingga ke akar persoalannya.
“(Upaya mengatasi kemiskinan) hanya bisa berhasil apabila ada kolaborasi antar pemangku kepentingan,” tegasnya saat membuka Musrenbang RKPD Provinsi Sulteng Tahun 2026 yang turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Bima Arya Sugiarto, pada Senin (14/4) di Aula Bappeda Sulteng.
Menurut Gubernur, cara pandang terhadap isu kemiskinan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota tidak boleh bertolak belakang, melainkan harus sejalan agar kebijakan serta program aksi dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Terlebih, Indonesia sebagai negara kesatuan dengan ribuan pulau serta keberagaman suku, etnis, dan budaya, tidak memungkinkan adanya kebijakan tunggal atau sistem yang seragam dalam pembangunan.
Gubernur menegaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan kebijakan yang spesifik dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
“Jangan anggap Indonesia ini datar semua, ada daerah pegunungan, pantai, pulau, jadi kebijakannya tidak bisa disamaratakan,” ujarnya terkait pentingnya perbaikan tata kelola daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa intervensi penurunan kemiskinan perlu diawali dengan analisis yang jelas dan terperinci.
Layaknya proses medis, dokter perlu memastikan kondisi pasien stabil sebelum dilakukan tindakan lanjut.
“Samakan persepsi dulu. Kenapa masyarakat miskin? Karena tidak punya penghasilan. Kenapa tidak punya penghasilan? Karena tidak bekerja. Kenapa tidak bekerja? Bisa jadi karena lapangan kerja tidak tersedia atau belum optimal. Solusinya, buka atau maksimalkan lapangan kerja,” jelasnya.
Oleh sebab itu, ia menyebutkan bahwa program-program unggulan BERANI sangat sejalan dengan agenda pemerintah kabupaten/kota dalam menurunkan angka kemiskinan.
Gubernur menekankan bahwa pemerintah provinsi tidak memiliki rakyat atau wilayah secara langsung, melainkan hanya bertugas untuk mengoordinasikan, memfasilitasi, serta membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menyelesaikan persoalan.
Sebagai bentuk komitmen, Gubernur Anwar Hafid berencana menginstruksikan perangkat provinsi untuk aktif menjemput aspirasi dari kabupaten/kota sebagai dasar penyusunan program kerja.
“Silakan perangkat provinsi berdiskusi dengan dinas di kabupaten/kota, tanyakan kebutuhannya, dan rumuskan program berdasarkan itu,” imbuhnya agar kebijakan provinsi benar-benar berbasis kebutuhan daerah.
Dengan pola kolaboratif ini, ia meyakini dapat meredam ego sektoral dan kewilayahan yang selama ini menjadi hambatan dalam pembangunan.
“Insya Allah, Gubernur dan para Bupati di Sulawesi Tengah akan selalu solid,” pungkasnya penuh keyakinan.
Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido bersama perangkat daerah dalam menurunkan angka kemiskinan.
Ia menilai bahwa program BERANI Cerdas dan BERANI Sehat yang diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-61 Provinsi Sulteng (13 April 2025), melalui penghapusan biaya pendidikan dan kesehatan, akan memberikan dampak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, duet antara seorang doktor ilmu pemerintahan dan dokter spesialis patologi klinik ini patut dijadikan teladan oleh para kepala daerah di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sulteng, lanjutnya, berani memangkas anggaran yang tidak prioritas dalam struktur APBD dan mengalihkannya ke program yang lebih menyentuh kesejahteraan rakyat, sejalan dengan kebijakan efisiensi nasional.
“Tidak banyak pemimpin dengan jam terbang tinggi dan pengalaman lintas sektor seperti Pak Gubernur,” tutup Bima Arya, menggambarkan Anwar Hafid sebagai sosok kepala daerah sejati.***
- Penulis: admin











Saat ini belum ada komentar