Mahasiswa di Lotim Minta APH Audit Dana Kegiatan Korpri!
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 20 Feb 2025

Idtimes.co.Id/LOMBOK TIMUR – Pemangkasan anggaran yang tengah terjadi di sejumlah sektor pemerintahan ternyata tidak berlaku untuk dana kegiatan Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) di Lombok Timur.
Dalam kurun waktu 2021-2025, dana yang dialokasikan untuk kegiatan Korpri tercatat mencapai angka yang mengejutkan, yakni Rp 3 miliar. Angka ini memicu berbagai pertanyaan, terutama mengingat banyak sektor lain yang harus menanggung pemotongan anggaran di tengah kesulitan ekonomi.
Beberapa mahasiswa di Lombok Timur pun mulai mempertanyakan transparansi penggunaan dana tersebut. Salah satu mahasiswa, Deni, pada 19 Februari 2025, mendesak agar aparat penegak hukum (APH) melakukan audit terhadap dana Korpri di daerah tersebut.
“Kita minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit terhadap dana Korpri di Lombok Timur,” ujar Deni dengan tegas.
Berikut ini rincian penerimaan dan pengeluaran dana untuk kegiatan Korpri di Lombok Timur selama periode 2021-2025:
A. Penerimaan
Pada tahun 2021, saldo awal tercatat sebesar Rp 1.053.531.614.
Total saldo untuk periode 2021-2024 mencapai Rp 2.677.074.528.
Jumlah total penerimaan dana sampai saat ini mencapai Rp 3.730.606.142.
B. Pengeluaran Dana yang dikeluarkan oleh Korpri untuk berbagai kegiatan juga cukup signifikan. Beberapa pengeluaran yang mencuri perhatian di antaranya:
Santunan Kematian untuk 177 orang anggota Korpri periode 2021-2025, masing-masing mendapatkan Rp 2.000.000, dengan total pengeluaran Rp 354.000.000.
Bantuan Berobat untuk 13 anggota Korpri selama periode yang sama, dengan total pengeluaran sebesar Rp 53.200.000.
Bantuan Hukum untuk dua anggota dengan jumlah bantuan Rp 5.000.000 per orang, total Rp 10.000.000.
Penanganan Dampak Covid-19, untuk satu kegiatan, sebesar Rp 218.000.000.
Bantuan Sosial Korpri yang diberikan selama periode 2021-2025, dengan total pengeluaran Rp 318.492.468.
Kegiatan Purnatugas PNS dengan anggaran Rp 78.855.500 untuk tiga kegiatan.
Reward untuk Anggota Korpri yang Berprestasi, yang menelan anggaran Rp 34.037.000 untuk tiga kegiatan.
Selain itu, terdapat berbagai kegiatan lain seperti silaturahmi, family gathering, peringatan HUT Korpri, dan pengadaan mobil operasional Korpri dengan total pengeluaran yang cukup besar, salah satunya untuk pengadaan mobil operasional yang mencapai Rp 135.000.000.
Total Pengeluaran untuk seluruh kegiatan Korpri periode 2021-2025 tercatat sebesar Rp 2.397.384.907, meninggalkan saldo saat ini sebesar Rp 1.333.221.235.
Dengan angka-angka yang cukup fantastis ini, permintaan untuk dilakukan audit terhadap dana Korpri menjadi sangat relevan. Mahasiswa dan masyarakat berharap agar proses pengelolaan dana tersebut dapat diawasi secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran. Mereka mendesak agar APH segera turun tangan untuk memastikan bahwa dana yang ada digunakan sesuai dengan peruntukannya dan dengan transparansi yang jelas.
Sebagai lembaga yang berfungsi untuk melayani masyarakat, Korpri diharapkan bisa memberikan contoh yang baik dalam hal pengelolaan anggaran dan akuntabilitas.(ID).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar