Ternyata Tidak Banyak yang Tahu, Kader di Lotim Tagih P3AKB Bayar Kuota yang Tak Terealisasi
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 8 Apr 2025

Idtimes.co.id/LOMBOK TIMUR – Program kuota untuk kader di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sejatinya sudah disediakan, namun ironisnya, banyak kader yang tidak mengetahui tentang adanya dana tersebut.
Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kuota internet kepada para kader, yang direncanakan setiap bulan, namun kenyataannya masih ada kendala dalam pelaksanaannya.
Dana yang dialokasikan untuk kuota kader berkisar antara 70 ribu hingga 150 ribu rupiah per bulan. Namun, sangat disayangkan, dana tersebut tidak selalu terealisasi dengan baik, bahkan ada indikasi pengalihan dana yang tidak sesuai dengan tujuan awal.
Sejumlah pihak mengungkapkan bahwa dana pembelian kuota tersebut justru mengalir ke kantong oknum-oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Lombok Timur, H Ahmad, membenarkan bahwa dana kuota tersebut berasal langsung dari pusat.
“Kuota untuk kader itu ada dan dananya berasal dari pusat,” ujarnya dalam wawancara pada 8 April 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah kader di Lombok Timur mencapai lebih dari 3000 orang.
“Dana kuota untuk kader setiap bulan diberikan kepada mereka, kalau tidak salah sekitar Rp 70 ribu, meskipun jumlah kuota yang diberikan kepada setiap kader saya tidak tahu pasti,” katanya.
Ahmad menambahkan bahwa dana tersebut disalurkan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), setelah DP3AKB mengusulkan pencairan berdasarkan hasil kinerja para kader.
“Dana dari pusat turun ke BPKAD, dan DP3AKB mengusulkan sesuai dengan hasil kinerja kader, baru kemudian dana tersebut dapat dicairkan,” terangnya.
Namun, munculnya dugaan bahwa dana kuota tersebut tidak sampai ke tangan kader seperti yang diharapkan menimbulkan pertanyaan.
Beberapa kalangan mempertanyakan, apakah benar dana tersebut digunakan sesuai dengan peruntukannya. Mengomentari hal ini, Ahmad dengan tegas membantah adanya penyalahgunaan dana.
“Tidak ada itu. Dana kuota untuk kader tetap direalisasikan sesuai dengan hasil kinerja mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa setiap bulan dana kuota tetap disalurkan kepada para kader karena mereka telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan program ini berjalan dengan lancar.
“Tiap bulan kami tetap memberikan dana kuota kepada para kader karena kami sudah bekerja sama dengan pihak ketiga,” tandasnya.
Meski demikian, masalah ini tetap mencuat dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama para kader yang merasa tidak mendapatkan hak mereka.
Sebagai langkah perbaikan, pihak terkait perlu lebih transparan dalam pengelolaan dana serta memastikan bahwa dana tersebut tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi celah untuk penyalahgunaan.
Dalam konteks ini, masyarakat juga diharapkan dapat terus mengawasi proses distribusi bantuan, agar program yang dimaksud dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh kader di Lombok Timur.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar