Soroti Persoalan Sampah, BEM Universitas Hamzanwadi Turun Ketiga Titik Strategis di Lombok Timur
- account_circle Admin
- calendar_month Sab, 6 Jun 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hamzanwadi bersama Mahasiswa Peduli Lingkungan (MPL), BEM Fakultas Teknik (FTEK), dan BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) menggelar aksi simbolik lingkungan di tiga titik strategis di Kabupaten Lombok Timur.
Aksi tersebut dilaksanakan di Pantai Labuhan Haji, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijo Balit, dan Muara Pantai Dusun Dedalpak.
Ketiga lokasi tersebut dipilih sebagai simbol keterkaitan persoalan lingkungan yang terjadi di wilayah pesisir, muara, hingga kawasan pembuangan sampah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membentangkan spanduk berisi pesan-pesan pelestarian lingkungan serta melakukan kampanye publik untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
Presiden Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, Ahmad Hasbirrosyid, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak seharusnya hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bersama terhadap kondisi lingkungan yang menghadapi berbagai tantangan.
“Kami melihat persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Lombok Timur. Melalui aksi simbolik ini, kami ingin mengingatkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah perlu memperkuat upaya pengelolaan lingkungan, sementara masyarakat juga harus membangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan lebih peduli terhadap alam di sekitar kita,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan sampah dan pencemaran lingkungan yang masih terjadi berpotensi mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir maupun daratan jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Melalui aksi tersebut, BEM Universitas Hamzanwadi bersama organisasi mahasiswa yang terlibat juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk memperkuat kebijakan pelestarian lingkungan serta meningkatkan efektivitas penanganan sampah di berbagai wilayah.
Selain itu, mahasiswa mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas lingkungan guna mewujudkan Lombok Timur yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Mahasiswa berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menjadikannya sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Ahmad Hasbirrosyid.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar