Rapat Koordinasi dan Temui Masa Aksi, Ini Penjelasan dan Solusi Dari Bupati Iron dan Pertamina!
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 13 Apr 2026

IdTimes.co.id/OMBOK TIMUR— Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lombok Timur dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh aksi pembelian berlebihan (panic buying) yang dilakukan masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan elpiji di Ruang Rapat Bupati, Senin (13/4).
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyatakan bahwa sulitnya masyarakat memperoleh elpiji 3 kg telah terjadi sejak akhir Ramadan.
Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh beredarnya isu kelangkaan yang tidak benar, sehingga mendorong masyarakat membeli gas secara berlebihan.
“Isu tersebut tidak benar, tetapi masyarakat terlanjur panik dan membeli dalam jumlah banyak,” ujarnya.
Selain itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) Elpiji juga menemukan adanya penyalahgunaan elpiji bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya. Beberapa pelaku usaha, seperti peternak ayam, diketahui menggunakan gas 3 kg yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
“Masih banyak yang tidak berhak menggunakan, tetapi tetap memakai elpiji 3 kg ini,” tegas Bupati.
Bupati juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang meningkat signifikan—tertinggi kedua di Nusa Tenggara Barat pada 2025—yang turut memengaruhi daya beli masyarakat, termasuk dalam konsumsi elpiji.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah meminta Pertamina untuk melakukan super ekstra dropping atau penambahan pasokan elpiji 3 kg guna menekan dampak panic buying. Upaya ini akan dibarengi dengan pengawasan ketat oleh Satgas Elpiji.
Untuk solusi jangka panjang, Pemkab Lombok Timur berencana mengusulkan penggunaan data desil dalam distribusi elpiji bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Ini salah satu upaya untuk memastikan distribusi tepat kepada masyarakat yang berhak,” kata Bupati.
Menanggapi usulan tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, menyatakan pihaknya akan melaporkan permintaan tersebut ke tingkat pusat.
Ia menyebutkan bahwa selama periode 1–14 April, distribusi elpiji di Lombok Timur mencapai 40.556 tabung per hari, meningkat sekitar 5.000 hingga 6.000 tabung dari penyaluran normal.
Sementara itu, salah satu agen elpiji, Reza, mengungkapkan bahwa pihak pangkalan telah mengimbau masyarakat untuk membeli maksimal satu tabung. Namun, tren pembelian berlebih masih terjadi, bahkan masyarakat cenderung membeli sekaligus tabung dan isi gasnya.
“Pertamina dan agen sudah berupaya maksimal, tetapi permintaan yang melonjak membuat situasi menjadi sulit,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penyaluran tambahan yang dilakukan saat ini telah melampaui alokasi normal. Meski demikian, agen tetap diingatkan untuk menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 1.000 kandang ayam di Lombok Timur, dan sebagian di antaranya turut menggunakan elpiji 3 kg. Selain itu, mitra program Dapur MBG juga ditemukan menggunakan gas bersubsidi tersebut.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Satgas telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta operasi pasar untuk menjaga stabilitas distribusi.
Menurutnya, skema penyaluran tambahan (ekstra dropping) dan fakultatif yang telah dilakukan seharusnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa isu tersendatnya pasokan tidak benar.
“Alokasi yang ada saat ini bahkan sudah melebihi penyaluran normal. Kami berharap kondisi segera kembali normal,” pungkasnya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar