PLN ULP Leok Datangkan 7 Mesin Emergency, Pemadaman Bergilir di Buol Segera Berakhir?
- account_circle ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©
- calendar_month Jum, 16 Okt 2026

IDTIMES.co.id.|Buol – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Leok terus berupaya mengatasi pemadaman listrik bergilir yang masih dirasakan masyarakat Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Gangguan pasokan listrik tersebut disebabkan defisit daya pada sistem pembangkit, menyusul sejumlah mesin pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan, perbaikan, overhaul, serta mengalami gangguan teknis.
Manager PLN ULP Leok, Dadang Syaifullah, kepada media ini, Jum’at (16/10/2026), menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN, khususnya di wilayah Kabupaten Buol, atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir.
βKami memohon maaf kepada seluruh pelanggan PLN di wilayah kerja ULP Leok, khususnya masyarakat Kabupaten Buol, yang sampai saat ini masih merasakan dampak defisit daya pada sistem pembangkit,β ujar Dadang.
Ia menjelaskan, keterbatasan daya mampu pembangkit menjadi salah satu faktor utama terjadinya pemadaman bergilir, terutama pada malam hari ketika konsumsi listrik masyarakat mencapai beban puncak.
Menurutnya, sejumlah mesin pembangkit saat ini masih menjalani pemeliharaan dan overhaul. Di sisi lain, beberapa unit yang masih beroperasi harus bekerja secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan.
Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan listrik yang terus meningkat. Bahkan, ketika satu unit pembangkit kembali beroperasi, unit lainnya terkadang mengalami gangguan sehingga defisit daya masih terjadi.
βPemadaman bergilir pada malam hari, terutama antara pukul 17.00 hingga 22.00 WITA, bahkan terkadang melewati waktu tersebut, memang masih disebabkan keterbatasan daya pembangkit kami,β jelasnya.
Sebagai langkah percepatan penanganan defisit daya, PLN telah mendatangkan tujuh unit mesin pembangkit emergency yang didatangkan dari perjalanan Kepulauan Selayar menuju Buol.
Dadang menyebutkan, mesin-mesin tersebut tiba di Buol pada 15 Oktober 2026 setelah menempuh perjalanan laut sejak September lalu. Saat ini, proses mobilisasi dan persiapan teknis untuk pengoperasian mesin terus dilakukan.
Dari tujuh unit mesin tersebut, total kapasitas terpasang diperkirakan mencapai hampir 4 megawatt (MW), dengan daya mampu sekitar 2 MW.
Kehadiran mesin emergency ini diharapkan dapat menambah pasokan listrik sekaligus mengurangi defisit daya yang selama ini menjadi penyebab pemadaman bergilir di Kabupaten Buol.
βAlhamdulillah, mesin emergency yang kami datangkan dari Kepulauan Selayar sudah tiba pada tanggal 15 Oktober. Saat ini sedang dilakukan mobilisasi dan persiapan agar secepatnya dapat masuk ke sistem kelistrikan,β ungkapnya.
Dadang memperkirakan, apabila tidak ada kendala dalam proses teknis, mesin-mesin tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.
Dengan tambahan daya tersebut, PLN berharap sistem kelistrikan di Kabupaten Buol dapat kembali normal sehingga pemadaman bergilir yang disebabkan defisit pembangkit tidak lagi diperlukan.
βInsyaallah, akhir bulan ini sistem sudah bisa kembali normal. Harapan kami, tidak ada lagi pemadaman yang disebabkan defisit daya pembangkit. Namun, semua tetap bergantung pada kelancaran proses teknis di lapangan,β katanya.
Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan bahwa meningkatnya konsumsi listrik pelanggan selama musim kemarau turut memberikan tekanan terhadap kemampuan pembangkit yang tersedia.
Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan beban listrik yang cukup signifikan dari bulan ke bulan. Kondisi cuaca panas mendorong kenaikan penggunaan peralatan listrik oleh masyarakat, sementara sebagian mesin pembangkit belum dapat beroperasi dengan kapasitas optimal.
Akibatnya, daya mampu pembangkit yang sebelumnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kini semakin terbatas.
βPemakaian listrik pelanggan meningkat signifikan selama musim kemarau. Beban terus bertambah, sementara ada mesin yang kemampuan dayanya menurun karena kondisi teknis. Inilah yang membuat sistem kami cukup berat untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan,β jelasnya.
Ia menegaskan, PLN tetap berupaya memaksimalkan seluruh unit pembangkit yang tersedia, termasuk melakukan pemeliharaan terhadap mesin-mesin yang mengalami gangguan agar dapat kembali beroperasi secara optimal.
Dadang juga menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi pada siang hari umumnya berbeda penyebabnya dengan pemadaman pada malam hari.
Jika pemadaman pada malam hari, terutama saat beban puncak, lebih banyak berkaitan dengan defisit daya pembangkit, pemadaman pada siang hari biasanya dilakukan untuk pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan keandalan jaringan.
Salah satu contohnya adalah pekerjaan pemasangan gardu di wilayah Buol, tepatnya di sekitar depan kantor BNI, yang membutuhkan penghentian sementara aliran listrik demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan.
Selain pemadaman terencana, terdapat pula pemadaman mendadak akibat gangguan jaringan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya.
Dadang mencontohkan, beberapa hari sebelumnya sistem kelistrikan di salah satu wilayah Buol sempat mengalami keterlambatan pemulihan setelah jadwal pemadaman berakhir. Setelah dilakukan penelusuran oleh petugas, ditemukan seekor ayam yang tersangkut pada gardu sehingga mengganggu proses penormalan jaringan.
βKalau pemadaman terencana, kami berupaya menyampaikan informasi kepada pelanggan sesuai jadwal. Namun, apabila terjadi gangguan darurat di luar jadwal, petugas harus melakukan pemeriksaan dan penanganan terlebih dahulu sebelum listrik dapat dinormalkan kembali,β terangnya.
Ia menambahkan, gangguan seperti kerusakan jaringan, benda atau hewan yang mengenai instalasi listrik, serta pekerjaan darurat dapat memengaruhi waktu pemulihan pasokan listrik.
Karena itu, PLN meminta masyarakat memahami bahwa tidak semua pemadaman terjadi karena kekurangan daya pembangkit. Sebagian pemadaman dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas, melindungi peralatan, dan mempertahankan keandalan sistem kelistrikan.
Dalam upaya mengatasi persoalan kelistrikan di Buol, Dadang turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Buol serta koordinasi dengan manajemen PLN di tingkat wilayah dan pusat.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat upaya penanganan defisit daya, termasuk merealisasikan pengiriman mesin emergency dari daerah lain.
Ia menegaskan bahwa PLN terus menyampaikan kondisi sistem kelistrikan kepada manajemen di tingkat atas agar kebutuhan tambahan pembangkit dapat segera dipenuhi.
βKami bersyukur karena upaya untuk menghadirkan mesin emergency akhirnya dapat terealisasi. Dukungan pemerintah daerah serta koordinasi dengan manajemen PLN, mulai dari tingkat wilayah hingga pusat, sangat membantu percepatan penanganan kondisi ini,β ujarnya.
Selain langkah jangka pendek melalui penambahan mesin emergency, PLN juga mendorong penguatan sistem kelistrikan dalam jangka panjang, termasuk melalui rencana pembangunan jaringan transmisi yang memungkinkan pasokan dari sistem pembangkit berkapasitas lebih besar di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo terhubung serta mendukung kebutuhan listrik Buol dan Tolitoli.
Rencana penguatan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan dan mengantisipasi pertumbuhan konsumsi listrik masyarakat di masa mendatang.
Menutup keterangannya, Dadang menegaskan bahwa PLN tidak menginginkan terjadinya pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas masyarakat. Namun, dalam kondisi daya pembangkit yang terbatas, pemadaman bergilir menjadi salah satu langkah pengaturan pasokan untuk menjaga kestabilan sistem.
Ia memastikan, pihaknya akan terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia, mempercepat proses pengoperasian mesin emergency, serta melakukan pemeliharaan jaringan dan peralatan pendukung.
PLN juga mengimbau pelanggan untuk mengikuti informasi resmi mengenai jadwal pemadaman terencana serta memahami bahwa gangguan darurat dapat terjadi sewaktu-waktu di luar jadwal yang telah diumumkan.
Dengan tibanya tujuh unit mesin emergency tersebut, masyarakat Buol kini menantikan realisasi pengoperasian tambahan pembangkit yang diharapkan mampu mengakhiri pemadaman bergilir akibat defisit daya pada akhir Oktober 2026.
- Penulis: ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©













Saat ini belum ada komentar