Jaringan Pipa PDAM Lombok Timur Rusak Akibat Proyek Pelebaran Jalan Tanjung–Ijobalit
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025

IdTimes.co.Id/ LOMBOK TIMUR — Proyek pelebaran ruas jalan Tanjung–Ijobalit di Kabupaten Lombok Timur menyebabkan kerusakan jaringan pipa milik PDAM Lombok Timur (Lotim). Akibatnya, distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terhenti total.
Direktur Utama PDAM Lotim, Sopyan Hakim, menyayangkan kerusakan tersebut yang disebabkan oleh alat berat saat proses penggarukan tanah untuk pelebaran jalan. “Tanah digaruk dan diangkat sampai pipa berdiri dan rusak. Pipa tidak bisa diperbaiki lagi,” ujarnya saat ditemui di kantor PDAM Lotim, Senin (3/11).
Pipa yang rusak merupakan jenis HDPE berdiameter 4 inci, berfungsi sebagai saluran utama yang menyalurkan air dari Selong menuju Tanjung, Geres, dan Ijobalit. Kerusakan tercatat sepanjang tiga kilometer, dengan kondisi pipa retak dan pecah di beberapa titik.
Sopyan menjelaskan, akibat kerusakan ini ribuan warga di Kelurahan Geres dan Ijobalit terdampak karena pasokan air bersih terhenti. Ia menegaskan, pihak kontraktor proyek seharusnya melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan di area yang terdapat infrastruktur vital seperti jaringan pipa air.
“Kalau tidak segera diperbaiki, dampaknya akan besar bagi masyarakat sekitar. Pelayanan air bersih harus tetap jalan, ini kepentingan publik,” tegasnya.
Dalam pertemuan dengan pihak kontraktor, disepakati bahwa kontraktor akan mengganti pipa yang rusak, sementara PDAM Lotim akan menyediakan tenaga teknis untuk pemasangan. Meski kontraktor telah memberikan kompensasi sebesar Rp70 juta, Sopyan menilai jumlah tersebut jauh dari cukup untuk menutup kerugian.
“Dengan panjang pipa yang rusak kiri dan kanan, Rp70 juta tidak cukup. Bahkan Rp1,5 miliar pun belum tentu cukup,” jelasnya.
Sopyan juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingat proyek tersebut merupakan proyek pemerintah provinsi.
“Daripada masyarakat jadi korban, lebih baik kami tegas kepada kontraktor,” tutupnya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar