Ketua FRB Soroti DPRD Lotim Kurang Paham Terhadap Wisata, Aktivitas Kunker ke Bali!
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 19 Jun 2025

Oplus_131072
IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR –Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, Eko Rahadi, melontarkan kritik keras terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, khususnya terkait perhatian mereka terhadap sektor pariwisata di wilayah Jerowaru.
Menurutnya, para wakil rakyat dinilai kurang peka terhadap potensi dan regulasi pariwisata yang seharusnya dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat setempat.
Eko menyampaikan bahwa seharusnya seluruh anggota DPRD, yang berjumlah 50 orang, memahami betul pentingnya penetapan kawasan Jerowaru sebagai daerah pariwisata.
Ia menyesalkan sikap sejumlah anggota dewan yang dinilainya hanya muncul saat isu pariwisata viral di media.
“Biar dapat paket lebih besar, anggota dewan seharusnya peka terhadap regulasi pariwisata, bukan baru muncul setelah viral. Duduk manis, jalan-jalan ke luar daerah bawa keluarga, hanya itu yang terlihat dari kinerja mereka,” ujar Eko saat diwawancarai pada Kamis (19/6/2025).
Menurut Eko, jika DPRD benar-benar menetapkan Jerowaru sebagai kawasan pariwisata melalui peraturan daerah yang jelas, maka tidak perlu Bupati turun langsung membela kepentingan masyarakat.
Ia menilai, kehadiran Bupati menunjukkan adanya kekosongan peran dari pihak legislatif.
“Dewan hanya pandai berwacana. Harusnya mereka, terutama yang dari Dapil selatan, lebih peka terhadap kegiatan pariwisata di Ekas. Tapi saya yakin mereka tidak paham dan tidak pernah turun langsung,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan efektivitas kunjungan kerja anggota dewan ke luar daerah, khususnya ke Bali, yang menurutnya tidak memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pariwisata lokal.
“Mereka sering ke Bali, tapi dampaknya apa? Hanya habiskan anggaran daerah yang berasal dari pajak rakyat,” tutup Eko.
Pernyataan Eko ini mencerminkan keresahan masyarakat terkait optimalisasi anggaran dan peran legislatif dalam mendorong pengembangan pariwisata lokal, khususnya di wilayah selatan Lombok Timur yang memiliki potensi besar namun belum diiringi regulasi yang memadai.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar