Hadi Soroti Pembangunan Dua Gerbang yang Terkesan Asal-Asalan, Sejarah Hilang?
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 30 Jan 2025

IDTIMES.co.Id|LOMBOK TIMUR – Pembangunan dua gerbang di Perempatan Masbagik dan Gerbang Gelang Pancor mendapat sorotan tajam dari masyarakat, terutama terkait kualitas dan desain yang dinilai kurang memadai serta kehilangan unsur sejarah.
Gerbang Masbagik dan Gerbang Gelang Pancor, bersama dengan Pendopo 1 dan Pendopo 2, telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) setelah pengerjaan dinyatakan selesai 100%. Sesuai kontrak, PHO seharusnya dilakukan pada 31 Desember 2024, diikuti dengan masa pemeliharaan. Namun, meski proses serah terima sudah dilakukan, masih ada pekerjaan yang terus berlanjut hingga saat ini.
Menurut Hadi, seorang warga setempat, pembangunan kedua gerbang tersebut terkesan tidak memperhatikan nilai sejarah.
“Gerbang yang dibangun tidak memiliki makna sejarah yang terpampang di dalam tugu tersebut. Seharusnya ada unsur sejarah yang diangkat, namun kenyataannya malah terkesan asal-asalan,” ujarnya, Senin (30/01/2025).
Sebelumnya, gerbang-gerbang tersebut berada di sejumlah titik strategis di Lombok Timur, seperti di Pertigaan Sukamulya, Gelang, Tanjung, dan Batu Blek di Kecamatan Selong. Keempat gerbang tersebut merupakan bagian dari janji PJ Bupati Lombok Timur untuk memperbaiki dan merenovasi gerbang-gerbang tersebut dengan desain yang lebih baik dan memiliki makna sejarah.
Namun, hanya dua gerbang yang diprioritaskan, yakni di Masbagik dan Gelang Pancor. Tiga gerbang kapan di kerjakan sesuai janjinya.
Proyek renovasi Pendopo Bupati yang juga menggunakan anggaran miliaran rupiah turut mendapat perhatian, karena meskipun telah selesai direhab, belum ada perubahan signifikan yang terlihat. Bahkan, proses pengerjaan proyek tersebut masih berjalan hingga kini.
Hadi menambahkan bahwa pembangunan gerbang di Masbagik, khususnya, sangat tidak menarik.
“Pemandangannya buruk, jalanan sekitar gerbang rusak, dan kabel yang terpasang terlihat berantakan,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa anggaran yang digunakan untuk pembangunan gerbang dan Pendopo tersebut, yang nilainya mencapai miliaran rupiah, seharusnya diaudit untuk memastikan penggunaan dana yang transparan dan sesuai peruntukannya.
Proyek ini pun kini menjadi sorotan publik, karena banyak pihak yang merasa kehilangan aspek sejarah yang seharusnya menjadi bagian penting dari identitas daerah Lombok Timur.
Diterbitkan berita ini pihak yang terlibat dalam proyek tersebut belum bisa memberikan keterangan.(ID).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar