Forum Mahasiswa Lombok Timur Gelar “Panggung Perlawanan”
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 5 Mei 2025

IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR — Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (1 Mei) dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), Forum Mahasiswa Lombok Timur (Formastim) menggelar sebuah kegiatan bertajuk “Panggung Perlawanan” pada Jumat (2/5) sore hingga malam hari di Kedai Inspirasi, sebuah ruang alternatif yang kerap menjadi wadah ekspresi kritis kaum muda.
Acara ini diisi dengan rangkaian orasi politik, pertunjukan teatrikal, dan diskusi terbuka yang membahas sejumlah isu mendesak, seperti ketimpangan ketenagakerjaan, komersialisasi pendidikan, serta peran strategis pemuda dalam memperjuangkan keadilan sosial.
Kegiatan ini menarik partisipasi dari berbagai elemen mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil yang hadir menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi buruh dan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Formastim, Kirie Azlan, menegaskan bahwa “Panggung Perlawanan” bukan sekadar seremoni, melainkan ruang konsolidasi dan refleksi bagi generasi muda.
> “Panggung Perlawanan ini bukan sekadar seremoni, tapi momentum konsolidasi dan refleksi bagi kita semua, agar terus menyuarakan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Pendidikan dan buruh adalah pondasi bangsa yang tak boleh dikorbankan oleh kepentingan pasar,” ujar Kirie.
Sementara itu, Kepala Departemen Sosial Politik Formastim, Izza Mahendra, menyoroti keresahan kolektif mahasiswa terhadap sistem yang dianggap semakin menjauhkan rakyat dari hak dasar mereka.
> “Melalui diskusi dan aksi budaya ini, kami ingin membangkitkan kesadaran kritis publik. Buruh bukan mesin, dan pendidikan bukan komoditas. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam mengawal isu-isu sosial yang ada di Lombok Timur,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung dalam suasana damai dan penuh semangat ini ditutup dengan penampilan musik akustik bertema perjuangan.
Forum Mahasiswa Lombok Timur berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi pemantik bagi gerakan yang lebih luas dalam mendorong kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
Forum Mahasiswa Lombok Timur Gelar “Panggung Perlawanan”
LOMBOK TIMUR — Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (1 Mei) dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), Forum Mahasiswa Lombok Timur (Formastim) menggelar sebuah kegiatan bertajuk “Panggung Perlawanan” pada Jumat (2/5) sore hingga malam hari di Kedai Inspirasi, sebuah ruang alternatif yang kerap menjadi wadah ekspresi kritis kaum muda.
Acara ini diisi dengan rangkaian orasi politik, pertunjukan teatrikal, dan diskusi terbuka yang membahas sejumlah isu mendesak, seperti ketimpangan ketenagakerjaan, komersialisasi pendidikan, serta peran strategis pemuda dalam memperjuangkan keadilan sosial.
Kegiatan ini menarik partisipasi dari berbagai elemen mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil yang hadir menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi buruh dan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Formastim, Kirie Azlan, menegaskan bahwa “Panggung Perlawanan” bukan sekadar seremoni, melainkan ruang konsolidasi dan refleksi bagi generasi muda.
> “Panggung Perlawanan ini bukan sekadar seremoni, tapi momentum konsolidasi dan refleksi bagi kita semua, agar terus menyuarakan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Pendidikan dan buruh adalah pondasi bangsa yang tak boleh dikorbankan oleh kepentingan pasar,” ujar Kirie.
Sementara itu, Kepala Departemen Sosial Politik Formastim, Izza Mahendra, menyoroti keresahan kolektif mahasiswa terhadap sistem yang dianggap semakin menjauhkan rakyat dari hak dasar mereka.
> “Melalui diskusi dan aksi budaya ini, kami ingin membangkitkan kesadaran kritis publik. Buruh bukan mesin, dan pendidikan bukan komoditas. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam mengawal isu-isu sosial yang ada di Lombok Timur,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung dalam suasana damai dan penuh semangat ini ditutup dengan penampilan musik akustik bertema perjuangan.
Forum Mahasiswa Lombok Timur berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi pemantik bagi gerakan yang lebih luas dalam mendorong kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar