BEM SI Lombok Gelar Simposium Pendidikan: Menggugat Ketimpangan dan Menuntut Restorasi Pendidikan di Lombok Timur
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 16 Apr 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR, 15 April 2026 – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Bali-Nusra, melalui Koordinator Daerah Lombok, menyelenggarakan Simposium Pendidikan Daerah bertajuk “Restorasi Pendidikan Indonesia” yang bertempat di Ruang Rupatama II Kantor Bupati Lombok Timur.
Kegiatan ini merupakan agenda strategis pra-Simposium Nasional yang bertujuan untuk membedah rapor merah pendidikan di daerah, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
Simposium ini menghadirkan dialog interaktif antara akademisi, praktisi pendidikan, serta pemangku kebijakan eksekutif dan legislatif.
Koordinator Daerah Lombok BEM SI, Ristan Maulana, dalam keterangannya menegaskan bahwa dunia pendidikan di Lombok Timur sedang tidak baik-baik saja. Ia menyoroti adanya jurang pemisah yang lebar antara sekolah di pusat kota dengan sekolah-sekolah di wilayah pelosok (3T).
“Kami melihat ada diskoneksi antara kebijakan pemerintah dengan realitas di lapangan. Pendidikan kita masih terjebak pada formalitas administratif, sementara infrastruktur di desa-desa masih memprihatinkan dan distribusi guru tidak merata. Simposium ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk menagih janji negara dalam mencerdaskan bangsa secara berkeadilan,” tegas Ristan Maulana.
Beberapa poin kritis yang dihasilkan dalam simposium ini meliputi:
1. Ketimpangan Akses: Masih tingginya angka putus sekolah dan minimnya fasilitas penunjang di daerah terpencil.
2. Transparansi Anggaran: Menuntut pemerintah daerah untuk lebih terbuka dan tepat sasaran dalam pengelolaan anggaran pendidikan.
3. Digital Divide: Kesenjangan fasilitas teknologi yang menghambat transformasi pendidikan bagi siswa di wilayah periferal.
Simposium ini tidak hanya berhenti pada diskusi wacana, tetapi menghasilkan dokumen rekomendasi kebijakan yang akan diserahkan langsung kepada pemerintah daerah dan menjadi bahan advokasi di tingkat nasional. BEM SI berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga terjadi perbaikan nyata pada sistem pendidikan di Lombok Timur.
“Mahasiswa akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah. Jika kebijakan tidak berpihak pada rakyat, maka suara kami tidak akan pernah surut,” tutup Ristan.(id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar