Wabup Lombok Timur Buka MTQ ke-31 Pringgabaya: Tekankan Lahirkan Generasi Islami dan Objektivitas Penilaian
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 13 Nov 2025

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Kecamatan Pringgabaya di Masjid Besar Jami’ul Khair Pringgabaya, Rabu (12/11). Kegiatan ini mendapat sambutan antusias masyarakat setelah sempat vakum selama tiga tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana ibadah dan pembinaan generasi Qurani. “Yang utama adalah nilai ibadah dan pahala yang terkandung di dalamnya. MTQ juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpondok pesantren, peserta, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan tujuan strategis penyelenggaraan MTQ untuk melahirkan generasi islami yang sejalan dengan visi daerah SMART, khususnya dalam aspek religius. Wabup berpesan agar peserta menjunjung tinggi sportivitas, karena nilai tersebut menjadi dasar kekuatan dalam meraih prestasi.
Menyinggung peningkatan kualitas pelaksanaan, Edwin meminta dewan hakam menjaga objektivitas dan menghindari konflik kepentingan. “Kami tekankan, dewan hakam yang memiliki santri ikut lomba agar tidak dilibatkan, supaya penilaian tetap objektif,” tegasnya.
Saat ini Lombok Timur berada di peringkat ke-7 pada MTQ Provinsi 2024. Wabup menyatakan tekad menembus tiga besar pada 2026 dan menjadi juara umum pada 2028.
Untuk itu, ia mendorong seleksi peserta dilakukan lebih ketat, mengingat banyaknya potensi qari dan qariah dari Lombok Timur.
Selain itu, Wabup menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kecamatan, desa, dan stakeholder. “Sinergisitas ini tidak bisa kita lakukan sendiri. Pola kolaborasi inilah yang sedang digalakkan pemerintah pusat untuk memastikan efektivitas program hingga tingkat bawah,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Pringgabaya Liza Sugiartini menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, terutama para tuan guru dan panitia, atas dukungan dalam menyukseskan acara dengan waktu persiapan hanya tiga hari. Ia menilai koordinasi intensif menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan.
Liza juga menyoroti tantangan sosial akibat pengaruh media sosial terhadap nilai-nilai masyarakat. “Tanpa berpedoman pada Al-Qur’an, hidup kita tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap MTQ menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Acara pembukaan turut dihadiri perwakilan DPRD Lombok Timur, Kepala KUA, Forkopimcam, dewan hakam, tuan guru, tokoh agama, serta seluruh peserta dan pendamping kafilah dari berbagai desa di Kecamatan Pringgabaya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar