Bantuan UMKM Rp20 Miliar Siap Diverifikasi Mulai 23 Juni di Lombok Timur
- account_circle Admin
- calendar_month Sab, 21 Jun 2025

IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR – Dinas Koperasi Kabupaten Lombok Timur melalui Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM akan memulai proses verifikasi faktual terhadap calon penerima bantuan UMKM senilai Rp20 miliar. Verifikasi dijadwalkan dimulai pada Minggu, 23 Juni 2025, dengan Kecamatan Sikur sebagai wilayah pertama yang akan diverifikasi.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM, M. Hirsan, mengungkapkan bahwa sebanyak 20 petugas akan diterjunkan dan dibagi menjadi 10 tim untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan.
“Sistemnya kami bagi per desa di Kecamatan Sikur. Setiap tim akan mencocokkan data dalam berkas dengan kondisi riil di lapangan, termasuk kesesuaian nama pemohon dengan pemilik rekening,” ujar Hirsan kepada media, Senin (22/6/2025).
Ia menegaskan bahwa validasi akan mencakup aspek administratif dan operasional usaha seperti keberadaan izin usaha, jumlah tenaga kerja, modal awal, hingga kecocokan nomor rekening. Bila ditemukan ketidaksesuaian identitas, permohonan bantuan akan otomatis digugurkan.
“Target verifikasi satu kecamatan kami upayakan selesai dalam dua hari, namun jika jumlah UMKM cukup banyak, bisa diperpanjang hingga tiga hari,” lanjutnya.
Dari total 33.000 pemohon bantuan yang telah mendaftar, sekitar 29.000 dinyatakan lolos seleksi dokumen awal. Sementara sekitar 4.500 pemohon telah dinyatakan gugur dalam tahap verifikasi administrasi.
Verifikasi faktual ini merupakan tahapan penting sebelum penentuan akhir penerima bantuan. Setelah proses ini, dinas akan merekomendasikan nama-nama yang layak untuk didiskusikan lebih lanjut bersama pimpinan.
UMKM yang lolos verifikasi akan dipanggil ke kantor kecamatan untuk menandatangani berita acara. Hirsan memastikan bahwa yang menandatangani berita acara akan mendapatkan bantuan tersebut.
Lebih lanjut, penerima bantuan nantinya tidak hanya menerima dana, tetapi juga akan dibina melalui program klasifikasi UMKM berdasarkan kategori pemula, berkembang, dan mandiri.
Dinas berencana menggunakan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai pusat pelatihan UMKM.
“Fokus kami adalah pada UMKM pemula. Mereka akan kami bantu dalam hal perizinan seperti NIB, PIRT, dan lainnya, agar bisa naik kelas dan lebih mandiri,” tutup Hirsan.
Program bantuan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat sektor usaha kecil dan menengah di Lombok Timur.(Nanang).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar