Mahasiswa Desak Kementerian Cabut Izin Distributor Nakal di Wilayah Sakra, Pecat oknum Asisten Acount Eksekutif PT Pupuk Indonesia di Lotim
- account_circle Admin
- calendar_month Ming, 26 Jan 2025

IDTIMES.co.Id|LOMBOK TIMUR – Sejumlah mahasiswa di Lombok Timur (Lotim) mendesak Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) untuk mencabut izin distributor pupuk subsidi yang diduga terlibat praktik nakal di wilayah Kecamatan Sakra.
Mereka bersuara disertai dengan tuntutan agar Asisten Akun Eksekutif PT Pupuk Indonesia di Lotim diberhentikan dan Cabut Izin Distributor Nakal Wilayah Kecamatan Sakra.
Dua mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ini, Deni dan Mulyawan, menyoroti dugaan kongkalikong antara oknum Asisten Akun Eksekutif PT Pupuk Indonesia dengan distributor di kawasan tersebut yang diduga menjadi DPRD Provinsi NTB.
“Kami mendengar banyak keluhan mengenai harga pupuk subsidi yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), namun pihak terkait seperti pura-pura tidak mendengar,” ujar Deni dan Mulyawan dalam pernyataan bersama, Jumat (26/01).
Menurut mereka, meskipun berbagai pihak telah menyuarakan masalah tersebut, banyak yang justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.
“Beberapa oknum LSM senior yang mencoba menyuarakan masalah ini justru dijebak oleh seorang oknum aktivis yang meminta uang belasan juta rupiah,” tambah mereka.
Keluhan tersebut semakin menguat dengan adanya temuan bahwa sejumlah distributor nakal yang diduga menjadi anggota DPRD provinsi NTB menjual pupuk subsidi di atas HET.
“Ini sangat disayangkan, karena harga pupuk sudah ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa distributor tetap menjualnya lebih mahal,” ujar mereka dengan tegas.
Mahasiswa tersebut juga menyoroti peran Asisten Akun Eksekutif PT Pupuk Indonesia yang dianggap tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik.
“Seharusnya, oknum Asisten Akun Eksekutif ini melakukan pembinaan dan pengawasan di distributor serta kios-kios, agar penyaluran pupuk subsidi sesuai dengan regulasi yang ada. Tapi kenyataannya, dia malah ‘bersarang’ di salah satu distributor,” kata Mulyawan.
Mereka mendesak agar Kementerian Pertanian RI, PJ Gubernur NTB, dan PJ Bupati Lotim segera turun tangan untuk menindaklanjuti masalah ini.
“Kami meminta agar pemerintah tidak diam saja. Segera lakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam praktik ini,” tandas Deni.
Pihak PT Pupuk Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini.
Namun, mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini berharap agar masalah ini segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.(ID).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar