Aktivis Pertanyakan Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Alat TIK Dikbud Lotim Senilai Puluhan Miliar, Kejari Lotim Jangan Masuk Angin!
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 27 Des 2024

IDTIMES.co.Id|LOMBOK TIMUR – Aktivis di Lombok Timur mulai mempertanyakan sejauh mana perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, yang diduga melibatkan anggaran sebesar Rp 30 miliar.
Proyek pengadaan alat TIK ini menggunakan anggaran tahun 2022 dan kini sedang diselidiki oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur.
Penyelidikan ini mencuat setelah Kejari Lotim memanggil sejumlah pejabat terkait untuk memberikan klarifikasi.
Meski demikian, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai proses penyidikan tersebut, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat dan aktivis.
Rohman Rofiki, salah satu aktivis yang turut mengawasi kasus ini, menyatakan apresiasinya atas upaya Kejari Lotim yang sudah mengusut dugaan korupsi dalam pengadaan alat TIK tersebut.
Namun, Rofiki juga menyoroti minimnya informasi yang diberikan kepada publik terkait perkembangan kasus ini.
“Kami sangat menghargai langkah Kejari Lotim yang telah menyelidiki adanya indikasi korupsi di program Alat TIK Dikbud Lotim, tetapi kami juga meminta agar ada transparansi lebih lanjut. Masyarakat berhak tahu bagaimana perkembangan kasus ini,” ujar Rofiki, saat dihubungi, , 27 Desember 2024.
Menurut informasi yang beredar di media sosial, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Lotim sempat menyatakan bahwa kasus ini sudah selesai. Namun, Rofiki mempertanyakan pernyataan tersebut dan menduga ada kejanggalan dalam penanganan kasus ini.
“Jika memang sudah ada panggilan terhadap semua pihak yang terlibat, seharusnya ada klarifikasi resmi dan keterbukaan kepada publik. Jangan sampai ini menjadi kasus yang ‘masuk angin’ di Kejari Lotim. Kasus dengan anggaran sebesar Rp 30 miliar ini harus ditangani secara serius,” tegasnya.
Rofiki menambahkan, jika kasus ini tidak juga menunjukkan kemajuan, pihaknya bersama kelompok aktivis lainnya akan melakukan aksi besar-besaran untuk mendesak Kejari Lotim agar segera menuntaskan penyelidikan ini.
“Kami akan terus mengawal dan mendesak Kejari Lotim untuk menyelesaikan kasus ini. Jangan biarkan dugaan korupsi sebesar ini berlalu begitu saja,” tandasnya.
Kasus dugaan korupsi pengadaan alat TIK Dikbud Lotim masih terus menjadi perhatian publik, dengan harapan agar Kejari Lotim bisa menuntaskan penyelidikan dan memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai nasib anggaran yang begitu besar tersebut.(IM).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar