Satu Hari Dirawat, Pasien Disebut Bayar Rp1,2 Juta, Pelayanan RSUD Patuh Karya Dikeluhkan Warga
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 18 Jun 2026

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR– Keluhan terhadap pelayanan dan administrasi di RSUD Patuh Karya Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, kembali mencuat.
Sejumlah warga mengaku mengalami kesulitan dalam proses administrasi dan pembiayaan pelayanan kesehatan, salah satunya dialami keluarga pasien asal Kecamatan Suralaga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasien tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (14/6/2026) dan sempat mendapatkan penanganan di puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Patuh Karya Labuhan Haji untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Keluarga pasien mengaku sempat menunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat proses administrasi. Namun, karena status kepesertaan BPJS disebut tidak aktif, pihak keluarga diarahkan menggunakan layanan umum.
Menurut keterangan keluarga, mereka sempat menyampaikan kondisi ekonomi yang terbatas dan berencana mengajukan pembiayaan melalui program santunan kecelakaan lalu lintas dari Jasa Raharja.
Namun, keluarga mengaku mendapat informasi bahwa proses tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menanggung biaya perawatan yang sedang berjalan sehingga pasien tetap tercatat sebagai pasien umum.
“Karena tidak mampu membayar biaya perawatan yang disebut mencapai sekitar Rp1,2 juta untuk satu hari rawat inap, keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien pulang untuk dirawat di rumah,” ujar salah seorang kerabat pasien.
Keluarga berharap ada solusi dan pendampingan yang lebih maksimal bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien korban kecelakaan lalu lintas yang masih terkendala administrasi kepesertaan jaminan kesehatan.
Keluhan serupa, menurut sejumlah warga, bukan kali pertama terjadi. Beberapa masyarakat mengaku masih menghadapi kendala dalam memperoleh informasi terkait mekanisme pembiayaan pengobatan ketika BPJS tidak aktif atau saat proses klaim Jasa Raharja masih berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Patuh Karya Labuhan Haji dr. Opan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan keluarga pasien tersebut.
Pihak Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak rumah sakit untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, masyarakat berharap pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah tersebut dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan medis maupun pendampingan administrasi, sehingga pasien tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal tanpa terbebani persoalan birokrasi dan biaya pengobatan.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar