8 Warga Ijobalit Mundur dari PKH, Beri Kesempatan bagi yang Lebih Membutuhkan
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 4 Des 2025

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR — Sikap solidaritas dan kesadaran sosial ditunjukkan oleh delapan warga Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, yang secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH).
Mereka menyatakan kondisi ekonomi keluarga kini telah lebih stabil, sehingga merasa layak memberikan kesempatan bagi warga lain yang dinilai lebih membutuhkan bantuan sosial tersebut.
Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Lurah Ijobalit, Hasibullah. Ia menyebut keputusan warganya mencerminkan kedewasaan berpikir serta keberhasilan edukasi yang selama ini dilakukan pemerintah kelurahan bersama pendamping PKH.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi sikap warga yang memilih mengundurkan diri dari program bantuan karena merasa sudah mampu. Ini bukti bahwa bantuan pemerintah benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan,” ujar Hasibullah, Rabu (03/12/2025).
Ia menambahkan, pihak kelurahan secara berkala memberikan edukasi agar penerima PKH tidak hanya memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan juga diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Sejak awal kami selalu memotivasi agar bantuan PKH maupun bantuan lain tidak hanya habis untuk konsumsi, tetapi diinvestasikan. Banyak warga yang mulai membeli ayam, kambing, hingga merintis usaha kecil. Dan hasilnya mulai terlihat,” jelasnya.
Hasibullah berharap langkah positif tersebut menjadi contoh bagi warga lain yang telah mandiri secara ekonomi, sehingga bantuan sosial dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi keluarga pra-sejahtera.
Kasi Kesra Kelurahan Ijobalit, Ziat Wijaya, menegaskan bahwa PKH memang diperuntukkan bagi keluarga miskin ekstrem yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Semoga ini menjadi inspirasi. Bila merasa sudah tidak perlu, maka sebaiknya mengundurkan diri secara sukarela.” ujarnya. Ia menekankan bahwa kebijakan graduasi seperti ini membuka peluang bagi warga lain yang belum pernah menerima bantuan.
Di sisi lain, Asmiati—salah satu warga yang mengundurkan diri dari PKH—mengungkapkan bahwa keputusannya diambil tanpa paksaan dari pihak mana pun.
“Alhamdulillah keadaan kami sudah lebih baik. Masih banyak warga yang lebih membutuhkan, jadi kami memilih mundur,” tuturnya.
Langkah kolektif ini menjadikan Kelurahan Ijobalit sebagai salah satu wilayah yang menunjukkan praktik nyata dalam mendukung keadilan sosial dan efektivitas penyaluran bantuan pemerintah.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar