Dinsos Lombok Timur Terus Perbarui Data Warga Miskin, Program Bantuan Tetap Berjalan
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 17 Jun 2026

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR— Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur memastikan proses pendataan dan pengiriman data warga miskin ke pemerintah pusat tetap berjalan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang berhak dapat terakomodasi dalam berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Kepala Bidang Penanganan Pakirmiskin Dinas Sosial Lombok Timur Dedy Kurniawan mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan pendataan serta pengiriman data ke pemerintah pusat melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kami tetap melakukan pendataan dan pengiriman data ke pusat,” ujarnya,Dedy,17/06/2026.
Ia menjelaskan, data calon penerima bantuan berasal dari pemerintah desa yang lebih dahulu melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap warga miskin di wilayah masing-masing.
Setelah itu, data tersebut diusulkan untuk dimasukkan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Menurutnya, peran pemerintah desa sangat penting dalam memastikan akurasi data agar bantuan sosial tepat sasaran.
“Kami di Dinas Sosial menerima data dari desa yang telah diverifikasi dan divalidasi untuk dimasukkan ke dalam DTKS,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejumlah program bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Program tersebut antara lain pengelolaan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, serta program bantuan pangan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Terkait pengelolaan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, dan program bantuan pangan tetap berjalan,” jelasnya.
Selain melakukan pendataan, Dinas Sosial Lombok Timur juga terus melakukan pembinaan, pemberian bantuan, serta pemberdayaan terhadap masyarakat miskin, khususnya mereka yang berada di kawasan rentan.
Kelompok masyarakat yang menjadi perhatian tersebut meliputi warga yang tinggal di daerah pesisir, wilayah pinggiran hutan, hingga komunitas adat terpencil yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan sosial dan ekonomi.
“Kami tetap melakukan pembinaan, memberikan bantuan, dan memberdayakan penduduk miskin yang berada di wilayah rentan seperti daerah pesisir, pinggiran hutan, maupun komunitas adat terpencil,” pungkasnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat miskin di Kabupaten Lombok Timur.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar