Wakil Bupati Terpilih H Edwin Ajak Puluhan OKP di Lotim Diskusi Pentingnya Kolaborasi Antara Pemerintah
- account_circle Admin
- calendar_month Sab, 4 Jan 2025

TOPIKTERKINI.com.Id|LOMBOK TIMUR– Hasil Diskusi antara Wakil Bupati Lombok Timur yang terpilih H Edwin dengan berbagai komunitas pencinta alam di Lombok Timur beberapa waktu lalu di sampaikan di acara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD II Lombok Timur.
Di sisi itu wakil Bupati Lotim Terpilih mengikuti pelatihan dan pembinaan untuk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran OKP dalam pembangunan daerah, khususnya untuk menciptakan Lombok Timur yang lebih maju dan berkemajuan.
“ Banyak ide penting yang menghasilkan untuk melibatkan lebih banyak pihak non-pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan daerah,” Ujar, Wakil Bupati Lotim Terpilih H Edwin,04/01/2024.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam mengatasi berbagai masalah lingkungan, seperti pengelolaan mata air dan penanggulangan sampah.
Menurut salah seorang anggota komunitas pencinta alam, pemerintah daerah perlu membuka lebih banyak ruang bagi partisipasi masyarakat, khususnya dari kalangan pemuda dan komunitas-komunitas yang peduli terhadap lingkungan.
“Kita butuh program yang melibatkan masyarakat secara langsung, karena mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman di lapangan yang sangat berharga,” ungkapnya.
Namun, ia juga menyoroti adanya keterbatasan dalam sistem birokrasi yang berlaku, di mana perencanaan pembangunan seringkali terbatas pada struktur dinas pemerintah dan tidak melibatkan diskusi dengan pihak luar pemerintah.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah lebih membuka ruang untuk kolaborasi, sehingga program yang dihasilkan bisa lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa meskipun sudah ada mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang dilakukan dari tingkat desa hingga nasional, proses tersebut sering kali dianggap sebagai formalitas belaka.
Di tingkat desa, misalnya, peran pemuda dalam penyusunan program pembangunan masih sangat bergantung pada kepemimpinan di desa dan kekuatan organisasi seperti Karang Taruna.
“Karang Taruna di desa sangat tergantung kepada siapa yang memimpin. Jika kepemimpinan desa mendukung, mereka bisa membawa aspirasi pemuda dan masyarakat. Tetapi jika hanya menjadi formalitas, maka akan sangat sulit untuk mengakomodasi ide-ide kreatif dari masyarakat,” jelasnya.
Diskusi ini juga mengungkapkan pentingnya kerjasama antara pemuda, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh adat dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif.
Beberapa desa yang berhasil menunjukkan sinergi antar semua pihak ini cenderung mengalami perubahan yang lebih positif, berbanding terbalik dengan desa-desa yang tidak mampu membangun kolaborasi tersebut.
Lebih lanjut, pemerintah daerah diminta untuk lebih menggali potensi sumber daya lokal, khususnya dari kalangan pemuda.
Beberapa pemuda berprestasi di Lombok Timur, termasuk Pemuda Pelopor, telah menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai bidang seperti teknologi tepat guna, lingkungan hidup, dan advokasi sosial.
“Selama lima tahun terakhir, saya banyak berinteraksi dengan pemuda-pemuda berprestasi di Lombok Timur, namun masih terbatas. Kita perlu memperbanyak jumlah mereka dan memberikan ruang lebih luas bagi mereka untuk berkembang,” tambahnya.
Melalui diskusi ini, diharapkan dapat terwujud rekomendasi yang konstruktif untuk pemerintah daerah dalam merancang program-program pembangunan yang lebih melibatkan masyarakat luas, terutama dari kalangan pemuda dan komunitas pencinta alam, untuk mewujudkan Lombok Timur yang lebih maju dan berkelanjutan.(IM).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar