Raos Manis! UMKM di Lombok Timur Keluhkan Pungutan dan Tagih Janji Politik Bupati, MBG Demo ke Gubernur NTB
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 22 Jun 2026

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR – Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan Taman Selong dan sekitar Gedung Wanita, Lombok Timur, menyampaikan keluhan terkait biaya pungutan yang mereka nilai memberatkan.
Keluhan tersebut disampaikan bersamaan dengan aksi sejumlah mitra dan pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendatangi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (22/6/2026).
Para pelaku UMKM mengaku dibebani biaya sewa lapak sebesar Rp100 ribu per bulan serta iuran kebersihan atau uang sampah sebesar Rp5 ribu per hari, tidak jualan tetap di tagih.
Mereka berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi usaha kecil yang saat ini masih berjuang meningkatkan pendapatan.
Selain persoalan pungutan, para pedagang juga menagih realisasi sejumlah janji yang pernah disampaikan saat masa kampanye, khususnya program yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM dan pembangunan fasilitas pendukung usaha.
Salah seorang pelaku UMKM di kawasan Taman Selong mengaku pernah bertemu langsung dengan H. Iron sebelum menjabat dan saat itu memperoleh berbagai janji dukungan bagi pelaku usaha kecil.
“Kami bertemu langsung dengan H. Iron waktu itu. Di sana kami dijanjikan akan dibantu,” ujarnya Miskiah kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Ia juga menyoroti janji pembangunan sumur bor yang disebut-sebut menjadi bagian dari program “SMART” serta komitmen untuk tidak memberatkan pelaku UMKM.
Menurutnya, hingga saat ini sejumlah janji tersebut belum dirasakan secara nyata oleh sebagian pedagang yang berusaha di kawasan tersebut.
“Dulu siap membantu, sekarang setelah terpilih kami merasa ditinggalkan. Jangan hanya ucapan manis saat kampanye,” tegasnya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar