Jembatan Ambruk Di Sigi, Warga Gunakan Batang Kelapa Sebagai Jalur Darurat
- account_circle ๐๐ฐ๐ฉ ๐๐ช๐ข๐ฏ๐ด๐บ๐ข๐ฉ
- calendar_month Rab, 12 Mar 2025

IDTIMES.co.id.|Sigi โ Untuk mengantisipasi gangguan arus lalu lintas di ruas jalan Kulawi-Kulawi Selatan yang sempat terisolasi akibat ambruknya jembatan penghubung dua kecamatan, warga setempat berinisiatif menggunakan batang kelapa sebagai jalur darurat di lokasi bekas jembatan yang ambruk.
Sebelumnya, sebanyak 21 desa sempat terisolasi akibat putusnya jembatan dengan bentangan 4 meter tersebut. Desa-desa yang terdampak di Kecamatan Kulawi Selatan meliputi:
- Desa Gimpu
- Desa Lawua
- Desa Lempelero
- Desa Pilimakijawa
- Desa Salutome
- Desa Tompi Bugis
- Desa Tomua
- Desa Palamaki
- Desa Watukilo
- Desa Wangka
- Desa Oo
- Desa Moa
Sementara itu, desa-desa di Kecamatan Pipikoro yang juga terisolasi antara lain:
- Desa Peana
- Desa Mapahi
- Desa Murui I
- Desa Lawe
- Desa Poluroa
- Desa Pelempea
- Desa Porelea II
- Desa Kalamanta
- Desa Perelea
- Desa Mamu
- Desa Tuwo Tanijaya
- Desa Masewo
- Desa Kantewu
Jembatan tersebut ambruk pada Senin, 10 Maret 2025, sekitar pukul 20.00 WITA di Desa Marena, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Berkat gerak cepat masyarakat bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sigi dan Dinas Bina Marga (BNM) Sulawesi Tengah, akses jalan KulawiโKulawi Selatan kini sudah dapat dilalui kembali.
Kepala Dinas Bina Marga (BNM) Sulteng, Faidul Keteng, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Asbudianto, yang dikonfirmasi via WhatsApp pada Selasa malam (11/3/2025) sekitar pukul 21.45 WITA, membenarkan bahwa ruas jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.
“Hanya saja, kondisi masih rawan karena jembatan sementara ini hanya menggunakan batang kelapa. Insya Allah, Rabu besok (12/3/2025), akan segera dilakukan perbaikan lebih lanjut agar jembatan lebih aman dilalui,” jelas Asbudianto.
Ia juga menambahkan bahwa sesuai dengan program Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yakni Berani Lancar, Dinas BNM Sulteng telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen.
“Kami tetap akan membangun jembatan permanen karena yang ada saat ini masih bersifat darurat. Sebelumnya, kami sudah mengusulkan anggaran pembangunan jembatan penghubung Kulawi dan Kulawi Selatan tersebut,” ungkapnya.
Ambruknya jembatan ini disebabkan oleh terkikisnya tiang penyangga akibat luapan air Sungai Halu Nongi. ***
- Penulis: ๐๐ฐ๐ฉ ๐๐ช๐ข๐ฏ๐ด๐บ๐ข๐ฉ











Saat ini belum ada komentar