Harga Pupuk Di Atas HET, Petani di Lotim Bakal Laporkan ke APH
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 30 Jan 2025

IDTIMES.co.Id|LOMBOK TIMUR – Harga pupuk subsidi yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Sakra, Sakra Timur, dan Sakra Barat memicu keresahan di kalangan petani Lombok Timur (Lotim).
Kondisi ini semakin membuat petani terpuruk, di tengah harapan mereka akan solusi yang jelas dari pemerintah daerah yang hingga kini belum memberikan langkah nyata.
Para petani Lotim mengeluhkan ketidaktertiban yang terjadi di lapangan, di mana pupuk subsidi yang seharusnya dijual dengan harga terjangkau malah dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi oleh sejumlah pengecer dan distributor nakal.
Meskipun isu ini sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, respons dari pejabat terkait, termasuk Dinas Pertanian Lotim, sangat minim.
Beberapa petani di Lotim mengungkapkan bahwa mereka berencana untuk melaporkan oknum pengecer dan distributor nakal, serta oknum LSM yang diduga meminta uang dari distributor di wilayah Sakra, ke Aparat Penegak Hukum (APH).
Salah seorang petani asal Lotim enggan di sebut namanya, menyatakan kekesalannya pada 26 Januari 2025.
“Sampai kapan kami harus menanggung beban ini? Suara kami tak didengar oleh pejabat daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masalah serupa selalu terjadi setiap tahun, namun pemerintah daerah belum menunjukkan langkah konkret untuk menindaklanjuti keluhan para petani.
Meski baru-baru ini dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan, hasilnya nihil. Para petani menduga ada oknum dari Dinas Pertanian Lotim yang terlibat dalam praktik penjualan pupuk subsidi di atas HET.
“Kami menduga ada oknum yang bermain dalam masalah ini. Sidak kemarin tidak menemukan apa-apa, padahal kami tahu siapa saja yang terlibat,” lanjut dia.
Ia pun menegaskan, “Kami akan melaporkan oknum pengecer nakal dan distributor nakal ke APH terkait adanya indikasi penjualan pupuk subsidi di atas HET dan pemotongan kuota di pengecer yang membuat kami kebingungan dalam mencari pupuk subsidi yang cukup untuk pertanian.”
Isu ini semakin memanas, dan banyak petani berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlarut-larut ini demi kesejahteraan mereka.(ID).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar