Edwin Hadiwijaya: Penanganan Stunting Butuh Kolaborasi Bank Dunia dan Pemerintah Pusat Pantau Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Lombok Timur
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 24 Jun 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menerima kunjungan Tim Pemantauan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting dari Bank Dunia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dan Poltekkes Kemenkes Mataram, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Lantai III Kantor Bupati Lombok Timur tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim nasional yang bertujuan melakukan pemantauan sekaligus pendampingan terhadap pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kami menyampaikan selamat datang dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Pemantauan dari Bank Dunia, Kemendagri, Kemenkes RI, dan Poltekkes Kemenkes Mataram yang telah hadir untuk memberikan pendampingan dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Edwin.
Menurutnya, stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, melainkan juga menyangkut kualitas generasi masa depan karena berpotensi menghambat perkembangan kognitif, produktivitas, hingga meningkatkan risiko penyakit di usia dewasa.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Lombok Timur tercatat sekitar 33 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mencapai 29,8 persen dan nasional sebesar 19,8 persen.
Sementara berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Tahun 2025, dari 98.352 balita yang terukur, sebanyak 21.992 balita atau sekitar 22,36 persen tercatat mengalami stunting.
“Meski terdapat perbedaan metodologi antara SSGI dan e-PPGBM, kedua data tersebut menunjukkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas intervensi, tata kelola, dan pelayanan kepada kelompok sasaran prioritas,” jelasnya.
Wabup Edwin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat pendekatan konvergensi sesuai arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2029. Fokus penanganan tidak hanya pada balita yang sudah mengalami stunting, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini.
Langkah tersebut meliputi peningkatan kesehatan dan gizi remaja putri, pencegahan anemia pada calon pengantin, pemenuhan layanan kesehatan ibu hamil, peningkatan imunisasi dan pelayanan kesehatan bayi, akses air minum dan sanitasi yang layak, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga optimalisasi peran Posyandu.
Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga telah melakukan sejumlah langkah strategis seperti penguatan regulasi daerah, integrasi program penurunan stunting dalam perencanaan dan penganggaran daerah, optimalisasi Dana Desa, pengembangan sistem pemantauan berbasis data, serta pelaksanaan audit kasus stunting.
Edwin menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak dapat dicapai oleh sektor kesehatan semata.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan masukan, pembelajaran, dan rekomendasi strategis untuk memperkuat kualitas pelaksanaan aksi konvergensi sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Lombok Timur dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan kunjungan pemantauan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis mampu mempercepat penurunan stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing menuju Lombok Timur SMART dan Indonesia Emas 2045.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar