Bahan Pokok dan BBM Kerap Naik dan Kosong, Pemkab Lotim Dinilai Bungkam Saat Masyarakat Menjerit
- account_circle Admin
- calendar_month Sab, 13 Jun 2026

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR– Kenaikan harga bahan pokok yang disertai kelangkaan sejumlah komoditas, termasuk bahan bakar minyak (BBM), kembali menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur.
Kondisi tersebut dinilai semakin membebani warga di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Sejumlah warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat harga kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan.
Di sisi lain, distribusi BBM di beberapa waktu tertentu juga disebut kerap mengalami kekosongan sehingga memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Kalau harga naik terus, sementara penghasilan tetap, tentu sangat berat. Kadang BBM juga susah dicari. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” ujar salah seorang warga Lotim Muhammad, Sabtu (13/6/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur lebih aktif melakukan pengawasan terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Menurut warga, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret maupun pernyataan resmi dari pemerintah daerah yang dapat memberikan kepastian dan ketenangan di tengah situasi tersebut.
Kondisi itu memunculkan anggapan bahwa pemerintah daerah terkesan belum memberikan respons yang memadai terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.
Muhammad, menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui pemantauan pasar, operasi pasar apabila diperlukan, serta menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi maupun instansi vertikal terkait distribusi BBM.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya penjelasan, tetapi juga langkah nyata. Pemerintah daerah perlu hadir untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali,” ujarnya, Muhammad.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar gejolak harga dan distribusi kebutuhan pokok tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi warga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga pada momentum tertentu.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar