Kinerja OPD Membuahkan Hasil, Raih Posisi ke 2 Terima Insentif 2 Milyar, Bupati Lotim Haerul Warsin Ini Berkah Kerja Keras Bersama
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 20 Mei 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur meraih penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku pada kategori creative financing.
Atas capaian tersebut, Lombok Timur berhak mendapatkan dana insentif sebesar Rp 2 milyar dari pemerintah pusat.
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada kegiatan yang berlangsung di Senggigi, Selasa (19/5).
Dalam ajang tersebut, Lombok Timur menempati posisi kedua, unggul atas Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, yang berada di posisi ketiga. Sementara posisi pertama diraih Kabupaten Lombok Barat.
Untuk kategori kota, penghargaan diraih Kota Mataram, sedangkan kategori provinsi diraih Pemerintah Provinsi NTB.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan daerah.
“Kinerja bersama, dedikasi bersama. Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh OPD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya.
Kategori creative financing menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya dan menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan.
Penilaian meliputi inovasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, aspek efektivitas pengelolaan barang milik daerah dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kemampuan menjalin kerja sama dengan badan usaha melalui skema KPDBU, digitalisasi layanan, tata kelola keuangan, hingga konsistensi opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) turut menjadi indikator penilaian.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi pemerintah daerah sekaligus tambahan insentif fiskal.
“Tujuan kita adalah memberikan apresiasi prestasi sekaligus juga memberikan tambahan insentif fiskal. Dana tersebut bukan untuk pribadi, melainkan digunakan untuk APBD dan dapat dimanfaatkan kepala daerah untuk berbagai pos, termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelas Tito.
Ia berharap penghargaan tersebut mampu mendorong pemerintah daerah terus berinovasi dalam mengoptimalkan potensi daerah masing-masing.
Ke depan, Kementerian Dalam Negeri juga berencana menyusun indeks daerah terkait pengendalian inflasi, pengangguran, dan kemiskinan di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.
Selain kategori creative financing, apresiasi juga diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan, serta penurunan angka stunting.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar