Wakil Bupati Lotim Tegaskan Dapur Viral Bukan Miliknya
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 6 Mar 2026

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR– Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sandubaya 2, M. Taufiqurrahman, menanggapi kritik masyarakat terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial karena dinilai memiliki porsi kecil.
Taufiqurrahman mengatakan, menu yang disajikan kepada para siswa telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, pihaknya tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi ke depan.
“Menu yang disajikan sudah sesuai ketentuan. Namun jika ada kritik dan saran tentu akan menjadi bahan perbaikan bagi kami,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan menu MBG melalui akun Facebook Dapur Namira, sehingga publik dapat mengetahui menu yang disajikan setiap hari kepada para siswa.
Menurut Taufiqurrahman, menu yang sempat viral di media sosial tersebut merupakan paket makanan dengan nilai sekitar Rp8.000 per porsi untuk siswa.
Menu tersebut terdiri dari kentang, tempe, dan ayam yang dimasak dengan metode ungkep. Sementara untuk porsi dewasa, menu tersebut dilengkapi dengan tambahan telur.
Ia menjelaskan perkiraan biaya bahan makanan dalam satu porsi menu tersebut. Harga kentang disebut sekitar Rp17.000 per kilogram, dengan isi sekitar lima hingga enam buah tergantung ukuran. Jika satu porsi menggunakan satu kentang, maka biaya yang dikeluarkan sekitar Rp3.000.
“Sementara tempe sekitar Rp1.000 per potong, dan ayam sekitar Rp4.000 per porsi dengan harga ayam sekitar Rp42.000 per kilogram,” jelasnya.
Terpisah, Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, membantah kabar yang menyebut dapur yang viral tersebut merupakan miliknya.
Edwin menegaskan bahwa Dapur SPPG Sandubaya 2 tidak memiliki kaitan dengan dirinya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya memang memiliki dua dapur, namun keduanya merupakan dapur pribadi dan bukan dapur yang digunakan untuk program MBG.
“Kedua dapur itu berada di Pendopo 2 dan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancor, yang merupakan rumah pribadi saya,” ujarnya.
Karena itu, Edwin menegaskan dapur yang menjadi sorotan dalam pemberitaan terkait menu MBG tersebut bukan merupakan dapur miliknya.(id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar