ALPA di Hearing DPRD Lotim, Nasabah Sebut BANK Bri Cabang Selong dan OJk Dituding Bermain!
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 14 Okt 2025

IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR–Rapat dengar pendapat (hearing) terkait dugaan lelang sepihak oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang digelar di Kantor Bupati Lombok Timur menuai kekecewaan. Pihak BRI tidak hadir dalam forum resmi tersebut tanpa memberikan konfirmasi langsung sebelumnya.
Sejumlah nasabah yang merasa dirugikan dalam proses lelang aset oleh BRI menyuarakan kekecewaannya secara terbuka. Salah satu nasabah, Surtini, menilai ketidakhadiran BRI sebagai bentuk tidak bertanggung jawab.
“Kami merasa dipermainkan. Ini bukan hanya soal aset, tapi soal kepercayaan. Kalau terus begini, kami tidak akan tinggal diam,” tegas Surtini.
Kuasa hukum para nasabah, Suhirman, menambahkan bahwa ketidakhadiran BRI mencederai semangat penyelesaian masalah secara terbuka.
“BRI terkesan menghindar. Padahal forum ini penting untuk klarifikasi dan mencari solusi. Kami harap BRI tidak menutup diri dan mau terbuka terhadap keluhan masyarakat,” ujarnya.
Pimpinan rapat sekaligus anggota Komisi III DPRD Lombok Timur, Farouq Bawazier, juga menyayangkan ketidakhadiran BRI. Menurutnya, undangan telah disampaikan jauh hari, namun BRI baru menyampaikan ketidakhadirannya di hari pelaksanaan.
“Ini forum resmi dan penting. Ketidakhadiran BRI tanpa alasan kuat tentu sangat mengecewakan. Apalagi masyarakat hadir dengan harapan besar,” kata Farouq.
Rapat tersebut seharusnya menjadi wadah mediasi antara nasabah, pihak BRI, dan balai lelang dalam menyelesaikan persoalan dugaan lelang sepihak yang terjadi.
DPRD berencana menjadwalkan ulang hearing pada 21 Oktober 2025, dan meminta komitmen semua pihak, termasuk BRI dan balai lelang, untuk hadir dan memberikan penjelasan secara terbuka.
“Kami ingin penyelesaian damai. Semua pihak harus hadir dan terbuka agar tidak ada yang dirugikan,” tutup Farouq.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar