Menakar Dibalik Tirai Kerja Sama KUD Perintis Dan Investor Asing | Idtimes
Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menakar Dibalik Tirai Kerja Sama KUD Perintis Dan Investor Asing

  • account_circle Wahyudin Batalipu
  • calendar_month Ming, 15 Jun 2025

Idtimes.co.id||Bolmong Di tengah geliat aktivitas pertambangan emas di wilayah IUP Operasi Produksi (IUP OP) milik KUD Perintis, yang berada di Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, muncul sorotan tajam terkait kerja sama koperasi tersebut dengan pihak investor asing asal China yang sudah pernah mengunjungi wilayah 100 ha dan sudah mengambil sejumlah titik koordinat untuk kepentingan investor China. Sorotan ini bukan tanpa alasan. Kerja sama yang berlangsung dalam senyap dan tanpa transparansi itu menyisakan pertanyaan besar yang memerlukan jawaban terbuka ke publik: siapa yang sebenarnya diuntungkan? Dan siapa yang dikorbankan? Apakah benar anggota KUD akan diuntungkan atau hanya segelintir pengurus saja?

 

Pertanyaan lain yang layak dilontarkan: sejak kapan komunikasi dan pertemuan antara pengurus KUD Perintis dan investor asing itu berlangsung, dimana tempatnya dan siapa saja yang menghadiri? Tidak ada informasi resmi kepada anggota koperasi, apalagi penambang lokal yang selama bertahun-tahun menyokong legalitas koperasi.

 

Informasi yang beredar di lapangan menyebut bahwa sekitar 100 hektare lahan dari total IUP OP KUD telah “dijaminkan” kepada investor tersebut. Jika ini benar, maka tindakan ini patut dipertanyakan dari segi legalitas maupun etika kelembagaan koperasi. Apakah tindakan ini hasil keputusan rapat bersama seluruh anggota koperasi? Atau hanya manuver sepihak para pengurus? Ini juga perlu dijawab agar diketahui publik, terutama para anggota!

 

Sejak 2019, para penambang lokal telah aktif dalam mendukung koperasi, baik melalui kontribusi dana untuk pengurusan IUP OP, CNC, hingga RKAB. Mereka pun telah menunaikan kewajiban membayar kontrak lahan, jaminan reklamasi, pasca tambang, dan berbagi hasil produksi sebesar 10% kepada KUD yang jika dihitung hitung, nilainya sudah mencapai angka ratusan juta. Informasi ini diperoleh dari para penambang di jalur 7. Ada yang sudah berkontribusi sampai di angka Rp800 juta dan ada yang diangka Rp400 juta.

 

Namun anehnya, ketika koperasi mulai dilirik oleh investor China yang bermodal besar, eksistensi penambang lokal justru seperti hendak dihapus dari peta wilayah 100 ha IUP OP. Mereka tidak diajak rapat, tidak diberi pemberitahuan resmi, bahkan tidak dianggap sebagai bagian dari proses pembangunan koperasi ke depan saat pengurus menjalin hubungan dengan investor China. Tak ada bahasa ke penambang jalur 7 yang sudah menyokong KUD sejak awal, dan tak ada pemberitahuan resmi bahwa KUD akan menjalin kerjasama dengan pihak asing. Sepertinyaz patut diduga ini semua dilakukan dalam senyap.

 

Dari keterangan yang beredar, investor China disebut-sebut telah mengeluarkan dana untuk pengurusan MODI, penyusunan RKAB, serta pelunasan berbagai utang KUD seperti PNBP dan pajak. Tetapi sampai hari ini, belum ada penjelasan resmi dari KUD tentang berapa besaran dana yang telah disetor investor? Apakah ada bukti pembayaran yang dapat diakses anggota Siapa yang menerima dan mengelola dana tersebut?

 

Lebih lanjut, patut dipertanyakan apakah pengurus KUD menerima fee atau kompensasi pribadi dari investor? Jika ya, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip koperasi yang berbasis kolektif dan keterbukaan bagi anggota.

 

Dalam prinsip koperasi, keputusan strategis yang menyangkut aset dan masa depan organisasi harus melalui rapat anggota dan mendapat pengawasan dari Badan Pengawas. Namun, dalam kasus ini, sepertinya belum ditemukan jejak terang bahwa KUD Perintis pernah mengadakan rapat anggota dan seluruh penambang di jalur 7 untuk membahas kerja sama dengan investor China.

 

Bahkan penambang yang tergabung dalam jalur 7β€”yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem produksiβ€”tidak pernah diundang rapat. Apakah keputusan sebesar itu hanya ditentukan oleh segelintir elit pengurus? Seperti inikah KUD berjalan dengan mengatasnamakan kepentingan anggota?

 

Pertemuan-pertemuan pengurus KUD dengan pihak investor apakah berlangsung di luar daerah, bahkan hingga keluar provinsi? Atau hanya di kantor KUD yang beralamat di Desa Tanoyan Utara? Ini menimbulkan pertanyaan serius: siapa yang menanggung biaya transportasi dan akomodasi pengurus KUD saat bertemu dengan investor China? Apakah pengurus menggunakan dana koperasi? Atau semua biaya untuk memuluskan rencana kerjasama difasilitasi oleh investor?

 

Jika yang membiayai adalah investor, maka potensi konflik kepentingan tidak dapat dihindari. Dan jika benar terjadi gratifikasi dalam bentuk akomodasi mewah atau fasilitas perjalanan, maka ini membuka ruang penelusuran oleh aparat penegak hukum untuk menyelidiki apakah ada unsur gratifikasi dalam proses KUD dan investor melakukan akad kerjasama pertambangan di wilayah 100 ha IUP OP.

 

KUD Perintis tidak sedang dikelola oleh segelintir elite pribadi, melainkan oleh amanat seluruh anggotanyaβ€”termasuk para penambang lokal yang selama ini berkorban dalam diam. Maka sudah selayaknya pengurus koperasi menjelaskan secara terbuka nilai investasi yang masuk ke KUD dari investor, pnggunaan dana koperasi dan kontribusi investor kepada KUD, bagaimana legalitas kerja sama yang dapat dipertanggungjawabkan dan siapa saja yang mendapatkan keuntungan langsung dari investor jika itu tersedia.

 

Tanpa transparansi, semua tindakan pengurus hanya akan menambah luka dan ketidakpercayaan dari anggota bahkan masyarakat. Sebuah koperasi yang mengkhianati semangat kolektifnya, pada akhirnya tidak berbeda dengan perusahaan kapitalistik yang hanya berpihak pada pemodal besar.

 

KUD Perintis sedang berada di persimpangan sejarah. Apakah ia tetap menjadi wadah bersama yang adil dan transparan, atau berubah menjadi alat kekuasaan segelintir orang yang menggadaikan aset kolektif berharga yakni lahan 100 ha IUP OP demi kepentingan pribadi?

 

Waktunya semua anggota, terutama yang menjadi penambang lokal, bersuara dan menuntut pertanggungjawaban secara hukum dan moral. Sebab tanah ini bukan untuk digadaikan atas nama kerjasama, melainkan untuk dikelola bersama, secara gotong royong atas nama keadilan dan anggota koperasi.

  • Penulis: Wahyudin Batalipu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Mutasi Pejabat Lotim di Pemerintahan “SMART “

    Potensi Mutasi Pejabat Lotim di Pemerintahan “SMART “

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.CO.ID/LOMBOK TIMUR β€” Isu potensi mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjadi perbincangan hangat di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, sekitar dua puluh enam (26) orang ASN yang akan di mutasi.   Spekulasi mengenai rotasi jabatan mencuat, terutama setelah berbagai persoalan yang dihadapi oleh sejumlah pejabat yang menempati posisi strategis di […]

  • Bapenda Lombok Timur Tinjau Lokasi Pemindahan Samsat Paok Motong

    Bapenda Lombok Timur Tinjau Lokasi Pemindahan Samsat Paok Motong

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur turun langsung meninjau lokasi rencana pemindahan Kantor Samsat Paok Motong, guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan kepada masyarakat.   Kepala Bapenda Lombok Timur, Muksin, mengatakan peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan dan lingkungan sekitar yang akan dijadikan lokasi baru pelayanan […]

  • Wagub Sulteng Lepas Ratusan Peserta Sulteng Tahura Trail Run 2025

    Wagub Sulteng Lepas Ratusan Peserta Sulteng Tahura Trail Run 2025

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle π˜”π˜°π˜© π˜™π˜ͺ𝘒𝘯𝘴𝘺𝘒𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, secara resmi melepas ratusan peserta ajang lari alam bertajuk Sulteng Tahura Trail Run di kawasan wisata Bukit Soeharto, Desa Ngata Baru, Kabupaten Sigi, Sabtu (26/4/2025) pagi. Event olahraga berbasis alam ini menjadi wadah promosi wisata sekaligus sarana edukasi pelestarian lingkungan. Dalam sambutannya, Wagub Reny menyampaikan apresiasi […]

  • Sinergi Pemprov Sulteng dan BPN Atasi Konflik Agraria dan Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat

    Sinergi Pemprov Sulteng dan BPN Atasi Konflik Agraria dan Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle π˜”π˜°π˜© π˜™π˜ͺ𝘒𝘯𝘴𝘺𝘒𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penyelesaian Konflik Agraria sebagai upaya mempercepat penyelesaian persoalan lahan dan memberi kepastian hukum kepada masyarakat. Satgas ini diharapkan bekerja selaras dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulteng. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si di ruang kerjanya, saat menerima audiensi Kepala Kantor […]

  • Sesuaikan Agenda Gubernur Sulteng, Pemkab Buol Mundur Pembukaan Rembuk Budaya 2025

    Sesuaikan Agenda Gubernur Sulteng, Pemkab Buol Mundur Pembukaan Rembuk Budaya 2025

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle π˜”π˜°π˜© π˜™π˜ͺ𝘒𝘯𝘴𝘺𝘒𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol secara resmi mengumumkan perubahan tanggal pelaksanaan pembukaan kegiatan Rembuk Budaya (Bokid Hadat) Buol 2025. Rembuk Budaya Buol tahun 2025, semula dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Mei, kini pembukaannya dijadwalkan ulang hingga 27 Mei 2025. Perubahan jadwal ini berkaitan dengan penyesuaian agenda kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny […]

  • Wisata Pohon Magrup Ditutup Sementara, Warga Sekitar Gelar Aksi Protes Pengelola Keleuarga!

    Wisata Pohon Magrup Ditutup Sementara, Warga Sekitar Gelar Aksi Protes Pengelola Keleuarga!

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR β€” Puluhan warga poton bako kecamatan Jerowaru menggelar aksi demonstrasi di kawasan Wisata Pohon Magrup, Lombok Timur.     Warga meninta wisata rersebut di tutup sementara karena diduga wisata tersebut dianggap milik pribadi waraga sekitar.   Aksi yang berlangsung pada hari sabtu (03/01/2026). Aksi itu sempat diwarnai ketegangan akibat kekecewaan warga terhadap […]

expand_less