Organisasi Umat Hindu Se-Kabupaten Buol Susun Program Kerja Tiga Tahun, Perkuat Sinergi dan Toleransi
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 3 Agu 2026

IDTIMES.co.id.|Buol – Sejumlah organisasi umat Hindu se-Kabupaten Buol menggelar rapat kerja bersama dalam rangka menyusun program kerja untuk tiga tahun ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Mooyong, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Minggu (2/8/2026).
Rapat kerja ini menjadi wadah bersama bagi berbagai unsur organisasi umat Hindu se-Kabupaten Buol untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta merumuskan program-program yang mendukung pembinaan kehidupan keagamaan, sosial, adat, budaya, dan pengembangan generasi muda Hindu di Kabupaten Buol.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut I Wayan Gara, S.Sos., M.K.M., anggota DPRD Kabupaten Buol yang juga menjabat sebagai Ketua Perumahan Walaka Kabupaten Buol serta Bendahara DPD Partai NasDem Kabupaten Buol.
Kehadiran I Wayan Gara dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara unsur masyarakat, organisasi keumatan, lembaga legislatif, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Adapun unsur organisasi yang terlibat dalam rapat kerja tersebut meliputi:
1. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tingkat kabupaten hingga desa;
2. Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) tingkat kabupaten hingga desa;
3. Ketua Adat Desa se-Kabupaten Buol;
4. Peradah Indonesia dan Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kabupaten Buol;
5. Ketua LPDG Kabupaten Buol;
6. Ketua sanggar seni dan sekehe gong se-Kabupaten Buol.
Rapat kerja tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh organisasi umat Hindu untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun agenda dan prioritas kegiatan selama tiga tahun mendatang.
Pembahasan diarahkan pada penguatan kelembagaan organisasi, peningkatan pembinaan umat, pelestarian adat dan budaya Hindu, pengembangan seni dan tradisi, serta pembinaan generasi muda agar tetap memiliki kepedulian dan komitmen terhadap nilai-nilai agama, adat, dan budaya.
Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan juga memiliki peran strategis dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Buol. Sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi keagamaan diharapkan dapat memperkuat pembinaan masyarakat, menjaga stabilitas sosial, serta menciptakan lingkungan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis.
Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam memberikan ruang yang setara bagi seluruh umat beragama untuk menjalankan kehidupan keagamaan, mengembangkan kebudayaan, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan Kabupaten Buol yang mengedepankan kebersamaan dan keberagaman.
Semangat toleransi antarumat beragama menjadi salah satu nilai penting yang terus dijaga di Kabupaten Buol. Keberagaman agama, suku, adat, dan budaya merupakan kekuatan sosial yang perlu dirawat bersama melalui komunikasi, saling menghormati, dan semangat gotong royong.
Dalam forum tersebut, semangat kebersamaan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat internal organisasi umat Hindu, tetapi juga untuk terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Kehidupan masyarakat yang harmonis diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keamanan, ketenteraman, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Kehadiran berbagai unsur organisasi dalam satu forum diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program kerja secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Organisasi umat Hindu diharapkan tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan daerah.
Melalui rapat kerja ini, seluruh organisasi umat Hindu se-Kabupaten Buol berkomitmen membangun kebersamaan serta memperkuat peran organisasi dalam mendukung kehidupan umat Hindu yang harmonis, sekaligus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Buol.
Hasil rapat kerja selanjutnya diharapkan menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan program selama tiga tahun ke depan, dengan mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, penguatan kelembagaan, serta pelestarian nilai-nilai agama, adat, dan budaya.
Sinergi antara organisasi umat Hindu, Pemerintah Kabupaten Buol, lembaga legislatif, tokoh agama, tokoh adat, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin memperkuat Kabupaten Buol sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman, toleransi, persatuan, dan kehidupan sosial yang harmonis.***
- Penulis: admin











Saat ini belum ada komentar