Pesan Tegas Bupati Buol kepada 158 Pejabat yang Dilantik: Bekerja Nyata, Bukan Sekadar Menduduki Jabatan
- account_circle ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©
- calendar_month Sen, 2 Nov 2026

IDTIMES.co.id.|Buol – Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, M.M., secara resmi memimpin acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buol, di Lantai 2 Kantor Bupati Buol pada Senin, (2/11/2026).
Mengusung tema “Dari Jabatan Menuju Pengabdian: Mewujudkan Pemimpin Birokrasi yang Berintegritas, Berkinerja, dan Melayani Masyarakat,”
Bupati Buol menyampaikan pesan mendalam kepada 158 orang pejabat Fungsional dan Struktural yang baru saja dilantik agar memandang jabatan bukan sekadar status atau simbol kehormatan.
Dalam arahannya, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo mengingatkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada para pejabat harus dijawab melalui kerja nyata, bukan sekadar ucapan terima kasih atau janji kesetiaan.
Masyarakat Kabupaten Buol tidak menilai aparatur dari seberapa tinggi jabatan yang diduduki, melainkan dari seberapa besar manfaat dan pelayanan berkualitas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga memaparkan tujuh poin penegasan penting yang harus dijadikan pedoman oleh seluruh pejabat administrator dan pengawas dalam menjalankan tugasnya, diantaranya:
1. Pemimpin Birokrasi yang Berintegritas.
Integritas adalah fondasi utama kepemimpinan. Pejabat diminta untuk jujur, adil, konsisten, menjauhi kepentingan pribadi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.
2. Pemimpin yang Berkinerja, Bukan Sekadar Memiliki Jabatan.
Setiap pejabat dituntut memiliki target kinerja yang jelas, mampu menggerakkan tim, serta mampu menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat tanpa sekadar mencari alasan.
3. Pemimpin yang Melayani, Bukan Ingin Dilayani.
Bupati menegaskan agar aparatur tidak mempersulit masyarakat, tidak menunda pekerjaan, serta menghadirkan birokrasi yang menjadi pemberi solusi.
4. Bangun Kepemimpinan yang Disiplin, Tegas, dan Memberikan Keteladanan.
Pimpinan harus menjadi teladan bagi bawahannya dan menegakkan disiplin kerja secara objektif dan konsisten.
5. Penggerak Pelaksanaan Visi dan Misi Kabupaten Buol.
Seluruh pejabat wajib memahami arah kebijakan pembangunan untuk mewujudkan visi “Buol yang Agamis, Maju, Sejahtera, Berkeadilan, dan Berdaya Saing”.
6. Bangun Kolaborasi dan Hilangkan Ego Sektoral.
Tantangan pembangunan di Kabupaten Buol memerlukan kerja sama yang kuat antarperangkat daerah tanpa sekat-sekat birokrasi yang menghambat.
7. Siaplah Dievaluasi dan Bertanggung Jawab atas Amanah Jabatan.
Pelantikan ini merupakan bentuk kepercayaan yang disertai dengan evaluasi kinerja berkala oleh pimpinan, kepala perangkat daerah, dan BKPSDM.
Bupati Buol berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera mengenali kondisi organisasi, menentukan prioritas, dan langsung melakukan perbaikan sejak hari pertama bertugas.
“Jabatan boleh berganti, tetapi integritas harus tetap terjaga. Kewenangan boleh berakhir, tetapi hasil pengabdian harus meninggalkan manfaat,” tegas Bupati Buol di akhir sambutannya.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Buol, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, rohaniawan, serta tamu undangan lainnya.
- Penulis: ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©













Saat ini belum ada komentar