Gubernur Sulteng Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Program BERANI
- account_circle ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©
- calendar_month Sel, 8 Jul 2025

IDTIMES.co.id.|PALU β Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menekankan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Selasa (8/7/2025), di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti Tempat Uji Kompetensi (TUK) Antikorupsi βManoroβ milik BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama seluruh misi pemerintahan di bawah kepemimpinannya. Ia menjelaskan bahwa dari sembilan program unggulan BERANI (Bersama Anwar-Reny), program kesembilan, yakni BERANI Berintegritas, menjadi landasan dari delapan program lainnya.
βTanpa integritas, delapan program lainnya tidak akan berjalan optimal. Pembangunan yang berhasil sangat bergantung pada seberapa jujur dan bersih para aparatur dalam menjalankan tugas dan melayani,β ungkapnya.
Ia juga berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Morowali selama satu dekade. Selama masa itu, ia rutin melakukan konsultasi dengan KPK untuk memastikan seluruh kebijakan yang diambil tidak menabrak aturan hukum.
βSaya tidak pernah merasa alergi terhadap KPK. Justru saya anggap KPK sebagai mitra dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Saya pernah secara langsung meminta pendampingan dari KPK saat menghadapi permasalahan prosedural dalam bantuan penanggulangan bencana. Dengan pendampingan itu, kebijakan kami dapat dijalankan tanpa melanggar regulasi,β jelasnya.
Anwar juga secara tegas menyoroti praktik-praktik menyimpang dalam birokrasi seperti jual beli jabatan dan pengaruh dari tim sukses, yang menurutnya harus dihentikan.
βSejak awal saya sudah tegaskan, tidak boleh ada transaksi untuk jabatan. Jangan sekali-sekali mencoba lewat jalur belakang, termasuk melalui istri saya. Bahkan akses ke rumah jabatan pada malam hari saya batasi, kecuali untuk urusan dinas. Ini bagian dari upaya menjaga jarak dari potensi penyimpangan,β tegasnya.
Terkait gratifikasi, Gubernur mengingatkan bahwa bentuk-bentuk pemberian kerap kali dianggap remeh padahal bisa menjadi jebakan moral.
βGratifikasi itu sering kali berada di area abu-abu. Meski ada saluran pelaporan, godaan terbesar datang dari hal-hal kecil di sekitar kita. Karena itu, saya selalu mengingatkan ASN agar bersikap tegas dan terbuka,β imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mendorong agar Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di setiap OPD dioptimalkan, pelaporan diperkuat, dan kesadaran terhadap Survei Penilaian Integritas dari KPK ditingkatkan sebagai bagian dari pengawasan internal.
Tak hanya menekankan aspek hukum dan prosedural, Gubernur Anwar juga menyampaikan pentingnya membangun budaya integritas berbasis nilai-nilai keagamaan.
βKita manusia, dan manusia itu takut pada dua hal: Tuhan dan aparat hukum. Maka nilai religius harus menjadi bagian dari jati diri ASN. Contoh sederhana, shalat tepat waktu itu adalah bentuk kedisiplinan dan cerminan komitmen,β ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Sulawesi Tengah saat ini tengah mendorong digitalisasi pemerintahan serta peningkatan layanan publik yang transparan dan memberikan kepastian.
βMasyarakat ingin kepastian: kapan selesai, berapa biayanya, dan apa syaratnya. Pelayanan publik yang baik bukan soal kecepatan semata, tapi soal kepastian. Jangan berjanji satu jam jika tak mampu menyelesaikannya dalam satu jam. Karena itulah celah munculnya praktik korupsi kecil,β ucapnya.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap kehadiran KPK di Sulteng menjadi momentum untuk memperkuat etika birokrasi dan mendorong pencegahan korupsi secara lebih sistematis.
βKita memang bukan malaikat, tapi jangan sampai jadi setan. Selama kita patuh pada aturan dan menjaga integritas, insyaAllah kita akan selamat dan membawa manfaat bagi masyarakat,β tutupnya.
- Penulis: ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©











Saat ini belum ada komentar