Eko Rahadi Desak Polisi Panggil Oknum Pinca Bulog Lotim Terkait Dugaan Pungli dan Selisih Harga Beras SPHP dan Honor Petugas Bapang Belum Terbayar!
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 3 Sep 2025

Oplus_131072
IdTimes.Co.Id/LOMBOK TIMUR–Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, Eko Rahadi, mendesak aparat kepolisian untuk memanggil Kepala Cabang (Pinca) Perum Bulog Lombok Timur.
Desakan ini menyusul dugaan adanya pungutan liar terhadap mitra Perpadi, honor petugas Bantuan Pangan (Bapang) yang belum dibayarkan, serta selisih harga penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar murah.
Menurut Eko, Bulog Lotim diduga menjual beras SPHP seharga Rp12 ribu per kilogram di pasar murah, jauh di atas harga acuan pemerintah pusat sebesar Rp11 ribu per kilogram. Selain itu, beredar informasi adanya permintaan setoran kepada mitra penyalur dengan nominal bervariasi antara Rp10 juta hingga Rp25 juta.
“Ini bukan sekadar isu. Sudah banyak laporan masuk ke kami. Kami minta pihak kepolisian segera memanggil oknum Pinca Bulog Lotim yang diduga menarik setoran tidak resmi dari mitra,” tegas Eko.
Ia juga menyoroti honor petugas distribusi Bapang di Lombok Timur yang hingga kini belum dibayarkan.
“Petugas di lapangan belum terima hak mereka sudah capek bekerja melayani masyarakat. Beras dijual di atas harga Ini jelas-jelas merugikan masyarakat dan patut diusut tuntas,” lanjutnya.
Sebagai perbandingan, di kabupaten tetangga, harga beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58 ribu. Namun di Lombok Timur, harga di pasar murah justru mencapai Rp60 ribu per 5 kilogram.
“Terlalu banyak omong kosong. Indikasi ‘cubitan dana’ itu jelas terlihat,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Bulog terkait tuntutan tersebut.
Eko Rahadi Desak Polisi Panggil Oknum Pinca Bulog Lotim Terkait Dugaan Pungli dan Selisih Harga Beras SPHP dan Honor Petugas Bapang Belum Terbayar!
LOMBOK TIMUR–Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, Eko Rahadi, mendesak aparat kepolisian untuk memanggil Kepala Cabang (Pinca) Perum Bulog Lombok Timur.
Desakan ini menyusul dugaan adanya pungutan liar terhadap mitra Perpadi, honor petugas Bantuan Pangan (Bapang) yang belum dibayarkan, serta selisih harga penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar murah.
Menurut Eko, Bulog Lotim diduga menjual beras SPHP seharga Rp12 ribu per kilogram di pasar murah, jauh di atas harga acuan pemerintah pusat sebesar Rp11 ribu per kilogram. Selain itu, beredar informasi adanya permintaan setoran kepada mitra penyalur dengan nominal bervariasi antara Rp10 juta hingga Rp25 juta.
“Ini bukan sekadar isu. Sudah banyak laporan masuk ke kami. Kami minta pihak kepolisian segera memanggil oknum Pinca Bulog Lotim yang diduga menarik setoran tidak resmi dari mitra,” tegas Eko.
Ia juga menyoroti honor petugas distribusi Bapang di Lombok Timur yang hingga kini belum dibayarkan.
“Petugas di lapangan belum terima hak mereka sudah capek bekerja melayani masyarakat. Beras dijual di atas harga Ini jelas-jelas merugikan masyarakat dan patut diusut tuntas,” lanjutnya.
Sebagai perbandingan, di kabupaten tetangga, harga beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58 ribu. Namun di Lombok Timur, harga di pasar murah justru mencapai Rp60 ribu per 5 kilogram.
“Terlalu banyak omong kosong. Indikasi ‘cubitan dana’ itu jelas terlihat,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Bulog terkait tuntutan tersebut.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar