Beli BBM Subsidi Harus Pakai Barcode, Pengguna Roda Empat di Lombok Timur Resah, Bagaiman Dengan Pembeli Menggunakan Derijen?
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 25 Des 2024

IDTIMES.co.Id|LOMBOK TIMUR – Kebijakan baru yang mewajibkan penggunaan barcode untuk membeli BBM subsidi di sejumlah SPBU Pertamina di Lombok Timur memicu keluhan dari pengguna kendaraan roda empat.
Mereka menganggap kebijakan ini semakin mempersulit akses masyarakat terhadap bahan bakar bersubsidi.
Salah satu pengendara roda empat, Wahyu, mengungkapkan rasa kekecewaannya saat ditemui di SPBU Pertamina Labuan Haji pada Senin, 25 Desember 2024.
Ia mengaku kesulitan membeli BBM subsidi karena adanya kewajiban barcode, sementara pembeli yang menggunakan derigen tidak diwajibkan menggunakan sistem tersebut.
“Adanya barcode ini sangat mempersulit masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat. Padahal kita sudah merdeka, tapi serasa belum merdeka,” ujar Wahyu dengan nada kecewa.
Ia menambahkan bahwa meskipun ia datang dengan kendaraan roda empat dan sudah sesuai dengan ketentuan, pihak SPBU membatasi pembelian BBM subsidi hanya sampai Rp 50.000.
Lebih lanjut, Wahyu menyebutkan dugaan adanya kongkalikong antara oknum petugas SPBU dan pembeli yang menggunakan derigen.
Ia menduga bahwa mereka bisa mendapatkan BBM subsidi tanpa syarat barcode. “Kalau mereka yang memakai derigen tidak pakai barcode, jelas ada yang tidak beres,” tegasnya.
Para pengguna roda empat lainnya juga mengungkapkan keluhan serupa, merasa bahwa kebijakan ini tidak adil dan merugikan mereka sebagai konsumen yang sah.
Mereka berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait, termasuk pemerintah pusat, untuk mencari solusi yang lebih bijak.
“Semoga keluhan ini bisa didengar oleh Bapak Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Gubernur NTB, dan Bupati Lombok Timur agar segera mencari solusinya,” harap Wahyu menutup percakapan.
Sampai saat ini, pihak Pertamina dan pemerintah setempat belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kongkalikong dan penerapan kebijakan barcode ini.
Warga berharap ada kejelasan dan kebijakan yang lebih memadai agar distribusi BBM subsidi bisa berjalan lebih adil dan transparan.(TT).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar