Kadis Dikbud Lotim Izuddin Asal Omon-Omon, Sebut Kasus Dugaan Korupsi TIK 30 M Telah Selesai!
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 23 Des 2024

IDTIMES.Co.id|LOMBOK TIMUR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Izzuddin, memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang melibatkan dana alokasi khusus (DAK) non-fisik tahun 2022 untuk pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) senilai Rp30 miliar.
Kasus yang kini tengah diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur ini, menurut Izzuddin, sudah selesai.
“Saya rasa sudah selesai itu, sudah selesai,” ujar Izzuddin saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Senin (23/12/2024).
Jawaban singkat tersebut menanggapi berlanjutnya penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan terkait dugaan penyimpangan anggaran.
Ketika ditanyakan mengenai kualitas barang yang diterima oleh sekolah-sekolah di Lombok Timur, terutama perangkat Chromebook yang merupakan bagian dari pengadaan TIK tersebut, Izzuddin memastikan bahwa barang yang sudah diterima dan digunakan oleh sekolah memiliki kualitas yang baik.
“Barang yang diterima sekolah sudah digunakan dan kualitasnya sangat baik, top!” tegasnya.
Selain itu, menanggapi pengakuan sejumlah kepala sekolah yang mengklaim tidak menerima barang tersebut, Izzuddin menyebut hal itu sebagai “framing” yang diciptakan oleh media.
Dia menegaskan bahwa semua sekolah di Lombok Timur telah menerima dan memanfaatkan perangkat TIK dengan maksimal.
“Semua sudah menerima. Alhamdulillah, ini berkah dari TIK yang kami terima. Bahkan, Lombok Timur menjadi yang terbaik di tingkat nasional terkait aktivasi akun belajar dari TIK tersebut,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Kendati demikian, dugaan korupsi terkait pengadaan alat TIK senilai Rp30 miliar masih menjadi sorotan publik dan pihak Kejari Lombok Timur memastikan bahwa proses penyelidikan akan tetap berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.(TT).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar